Senin, 21 Oktober 2019 -

 

 

Lemhanas: Indeks Ketahanan Nasional 2016 Meningkat

Nasional  -  Rabu, 23 November 2016, 13:49 WIB
Penulis.

Ketahanan Nasional

JAKARTA, Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) mengukur indeks ketahanan nasional 2016 meningkat dibandingkan 2015.

Pada Forum Komunikasi Pimpinan Lemhanas dengan Pemimpin Redaksi dan wartawan di Jakarta, Rabu (23/11) Ketua Labkurtannas Prof. Miyasto mengatakan indeks ketahanan nasional 2015 sebesar 2,55 dan pada 2016 naik menjadi 2,60.

Menurut Miyasto, Lemhanas menetapkan lima indeks komposit ketahanan nasional dari angka satu hingga lima, yang artinya semakin tinggi nilai tersebut maka kondisi semakin baik.

Angka 2,60 menunjukkan bahwa posisi ketahanan nasional 2016 masih kurang tangguh sebab masih ada sejumlah isu strategis yang harus diselesaikan seperti menurunnya nilai-nilai kebangsaan, korupsi yang masih tinggi, pengangguran, kemiskinam dan ketimpangan sosial serta penyakit masyarakat seperti narkoba.

"Angka tersebut dihitung berdasarkan data kualitatif berupa kebijakan dan data kuantitatif berupa kinerja," jelasnya.

Dia melanjutkan, ada delapan gatra ketahanan nasional yang diukur oleh Labkurtannas yakni geografi, demografi, sumber kekayaan alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan.

Labkurtannas menetapkan variabel dan indikator dari setiap gatra. "Jumlah total variabel 108 dan ada 821 indikator," kata Miyasto.

Walaupun indeks ketahanan nasional 2016 menunjukkan peningkatan, pengukuran yang dilakukan Labkurtannas dari 2015 hingga Oktober 2016 menunjukkan penurunan indeks untuk tiga gatra yakni sumber kekayaan alam, ideologi serta sosial dan budaya.

Sementara itu, gatra geografi, demografi, politik, ekonomi serta pertahanan dan keamanan mengalami peningkatan.

Menurut Miyasto, pengukuran indeks ketahanan nasional dilakukan di 33 dari 34 provinsi. Pengukuran indeks provinsi Kalimantan Utara masih belum maksimal karena perhitungan aset belum selesai dilakukan.

Dalam pengukurannya Labkurtannas menetapkan metode statis yang menampilkan indeks komposit dan metode dinamis yang menggambarkan sebab akibat dari suatu kondisi.[]

Sumber: Antara


Lemhanas

 

 

Baca Juga