Minggu, 21 Januari 2018 -

 

 

Didik Rachbini: Tergantung Kekuatan Ekonomi Nasional

Wawancara  -  Selasa, 15 Desember 2015, 17:31 WIB
Penulis.

Didik J Rachbini - Pengamat Ekonomi (Foto: Terbitsport.com)

The Federal Reserve (The Fed) alias bank sental AS akan kembali mengadakan rapat terbuka (FOMC), Rabu (16/12/2015) besok. Pasar menunggu keputusan soal penyesuaian suku bunga referensi The Fed atau Fed Fund Rate (FFR).

Isu seputar penyesuaian saja sudah membuat dunia finansial kembali bergejolak. Tidak hanya Indonesia, tetapi juga negara-negara berkembang lain.

Indonesia harus mengambil langkah dan sikap dalam menghadapi semua ini. Jika tidak, Indonesia terus mengalami pergolakan di pasar keuangan global. Pemerintah juga harus menimbang kekuatan yang dimiliki agar bisa meredam gejolak di pasar uang. Kekuatan itulah yang kelak bisa menjadi tameng untuk menahan laju isu The Fed.

Pengamat ekonomi Didik J Rachbini memberi penjelasan soal itu dalam wawancara dengan wartawan Suara Karya Joko Sriyono. Berikut petikannya:

Indonesia tersandera bunga The Fed. Menurut Anda?

Memang saat ini semua negara di dunia terpengaruh kebijakan AS, termasuk kebijakan The Fed. Tetapi, pengaruh itu berbeda-beda dirasakan setiap negara. Itu antara lain karena kekuatan ekonomi tiap negara berbeda-beda.

Bagi Indonesia, dampak kebijakan The Fed akan terasa sekali atau tidak tergantung pada kekuatan ekonomi nasional. Tetapi, pengaruhnya bisa dieliminasi jika kita memiliki kekuatan ekonomi yang baik.

Akankah Indonesia terus mengalami pergolakan di pasar keuangan?

Kalau fondasi ekonomi kuat, kita tidak akan roboh oleh badai ekonomi global seperti saat ini. Sama seperti bangunan rumah. Kalau fondasi kuat, tentu bangunan tidak mudah roboh oleh badai. Karena itu, kekuatan ekonomi menjadi salah satu tolok ukur. Makin kuat perekonomian, kita makin kuat dalam menghadapi badai ekonomi global.

Langkah apa yang harus dilakukan untuk memperkuat fondasi ekonomi?

Banyak pilihan, antara lain memperkuat ekspor. Saat ini ekspor kita lemah. Kita harus mampu menciptakan peluang baru ekspor yang bisa mendukung kemandirian ekonomi.

Kita juga harus meningkatkan kemampuan dalam mengelola ekonomi secara umum, termasuk deregulasi, suku bunga, dan cadangan devisa. Bank Indonesia (BI) juga harus cepat merespons dinamika yang terjadi.

Apakah hanya BI yang harus berperan?

Tentu tidak. Bukan hanya BI, tetapi semua lembaga keuangan. Semua harus ikut berperan aktif.

Bagaimana pemerintah harus bersikap?

Kebijakan pemerintah harus ada dan tegas. Saat ini peran swasta sudah sangat bagus. Swasta sudah maju. Tinggal kita menunggu peran pemerintah lebih banyak. Pemerintah harus bisa meningkatkan efisiensi.

Ekonomi

 

 

Baca Juga