Minggu, 23 September 2018 -

 

 

112.433 Wisman Berkunjung Ke NTT

Hiburan  -  Jumat, 20 Januari 2017, 15:44 WIB
Penulis. Wahyuddin Yusuf

wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Nusa Tenggara Timur (Foto: Ultimo Paradiso)

KUPANG, Sebanyak 112.433 wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Nusa Tenggara Timur selama tahun 2016 dengan tujuan utama ke Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.


"Tercatat jumlah kunjungan ke Labuan Bajo selama tahun 2016 sebanyak lebih dari 29.000 orang melebih daerah lainnya," kata Kepala Dinas Pariwisata NTT Marius Ardu Jelamu di Kupang, Jumat (20/1).

Sementara itu, kunjungan wisatawan asing di berbagai daerah kabupaten/kota lainnya masih berkisar di bawah 20.000 orang secara bervariasi hingga ada daerah yang hanya dikunjungi ratusan orang.

Menurut Marius, keunggulan Labuan Bajo dengan potensi wisata komodo sebagai salah satu keajaiban dunia (New 7 Wonders) serta keindahan alam pantai, bawah laut dan keunikan budaya masyarakat di sekitarnya menjadi daya tarik utama yang menyedot kunjungan wisatawan asing.

Labuan Bajo juga sudah dipilih oleh Kementerian Pariwisata sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan secara nasional.

Meskipun demikian, jumlah kunjungan wisatawan asing ke provinsi selaksa pulau itu masih jauh lebih kecil dibandingkan wisatawan domestik yang sudah tercatat mencapai 769.962 orang selama 2016.

Angka kunjungan wisatawan asing, lanjutnya, masih sangat terbatas dan belum berkontribusi maksimal untuk mengejar target kunjungan wisman secara nasional pada 2019 sebanyak 20 juta orang.

Untuk itu, dia mengatakan akan terus menggenjot arus kunjungan wisatawan asing dengan bekerja sama dengan kementerian hingga dinas terkait di kabupaten/kota untuk melakukan promosi.

Marius mengakui meningkatnya angka kunjungan selama 2016 tersebut juga berkat promosi melalui media masa cetak, elektronik dan daring baik di dalam negeri hingga luar negeri.

"Kita juga kerja sama kuat dengan radio internasional dari Perancis dan Australia untuk melakukan promosi melalui reportasi dalam bahasa asing yang 'relay'-nya ke ratusan negara," katanya.

Dia menambahkan melalui siaran radio internasional tersebut, sudah dilakukan wawancara jarak jauh dengan wisatawan dari Amerika, Perancis, Australia, Belanda dan Jepang.[]


Sumber: Antara

Kupang Marius Ardu Jelamu

 

 

Baca Juga