Senin, 11 November 2019

 

 

Nasional Daerah

Kebakaran Lahan di Kalimantan Tengah Turun Drastis 

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 23 Agustus 2017 10:31 WIB

<p><p>Kebakaran Lahan di Kalimantan Tengah Turun Drastis </p><br></p>
Personil TNI diturunkan untuk bantu memadamkan api (Foto: Istimewa)

SAMPIT, Kebakaran hutan dan lahan di kabupaten kotawaringin timur, kalimantan tengah menurun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kebakaran turun drastis. Dulu sampai ratusan titik, saat ini hanya sekitar delapan sampai sepuluh lokasi kebakaran. Ini karena kita semua lebih aktif, baik dalam pencegahan maupun penanggulangan. Kita semua berperan penting dalam sinergitas ini," kata Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kotawaringin Timur Letkol Infanteri I Gede Putra Yasa di Sampit, Rabu (23/8).

Ia mengatakan hal itu usai apel gabungan kesiapan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan digelar di halaman Museum Kayu yang saat ini dijadikan lokasi Posko Operasional.

Acara ini juga dihadiri Kapolres AKBP Muchtar Supiandi Siregar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Muhammad Yusuf, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Multazam dan pejabat lainnya.

Saat ini kondisi cuaca di Kotawaringin Timur masih termasuk kategori merah. Artinya, potensi kebakaran lahan masih cukup tinggi karena intensitas hujan rendah sehingga harus diwaspadai.

Putra Yasa yang juga Komandan Kodim 1015 Sampit mengatakan, langkah yang harus diutamakan adalah pencegahan yaitu meniadakan niat orang membakar lahan. Misalkan ada kebakaran lahan pun, itu karena faktor alam seperti akibat gesekan ranting dan lainnya sehingga diharapkan bisa dengan cepat dipadamkan.

Sosialisasi harus digencarkan lagi, khususnya kepada masyarakat agar bisa berladang tanpa bakar. Masyarakat harus dilibatkan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, katanya.

"Kita harus tetap gencar melakukan langkah pencegahan hingga penanggulangan. Kita tetap harus waspada. Kalau ada yang membakar, kami minta kepolisian memproses hukum. Kita juga harus selalu menjaga kekompakan," kata Putra Yasa.

Untuk mengantisipasi kembali terjadinya kebakaran hutan dan lahan, posko operasional tetap diaktifkan dan patroli rutin dilakukan. Jika terjadi kebakaran, semua pihak diminta segera bertindak cepat agar kebakaran bisa segera ditanggulangi.

Selama Agustus 2017, sudah terjadi 18 kali kejadian kebakaran dengan luas lahan yang terbakar 134,8 hektare. Masyarakat diminta membantu mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.[]

Sumber: Antara

Berita Lainnya

Menhan Prabowo Optimis Indonesia Miliki Indhan Nasional Kuat

SOKSINEWS.COM, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sangat optimis Indonesia akan memiliki industri pertahanan (indhan) . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Kepala Daerah Tidak Perlu Berhenti Ketika Mencalonkan Diri

SOKSINEWS.COM,  Kepala daerah, yakni gubernur, bupati maupun wali kota tidak perlu berhenti ketika mencalonkan diri sebagai . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Gubernur Akui Malut Rawan Pencurian Ikan

SOKSINEWS.COM, Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba mengakui Malut masih sering terjadi kasus pencurian ikan yang diduga . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Polri: Tidak Ada Pengamanan Khusus Jelang Hut OPM

SOKSINEWS.COM, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal memastikan tidak ada pengamanan khusus jelang peringatan HUT Organisasi . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Jokowi Ingin Pemangkasan Eselon Dikaji Cermat

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo ingin agar reformasi birokrasi termasuk di dalamnya pemangkasan eselon dikaji secara cermat . . .

Nasional Senin, 11 November 2019