Sabtu, 18 November 2017 -

 

 

BNN dan Bareskrim Polri Musnahkan 17 Kg Sabu

Nasional  -  Rabu, 20 September 2017, 15:09 WIB
Penulis. Afip

Ilustrasi (Foto:okezone.com)

JAKARTA, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri memusnahkan 17 kilogram sabu dan 0,2 kilogram sintetic cannabinol dari pengungkapan jaringan internasional.

Setelah disisihkan guna keperluan laboratorium, kemudian pemusnahan dilakukan di halaman parkir kantor BNN pusat, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (20/9).

"Pemusnahan ini merupakan pemusnahan kesepuluh dari dua kasus yang berhasil diungkap BNN pada tanggal 6 dan 24 Agustus 2017,kata Direktur Prekursor dan Psikotropika BNN, Brigjen Anjan Pramuka Putra.

Pada kasus pertama, BNN mengamankan narkotika golongan I sebanyak kurang lebih 0,231 kilogram synthetic cannabinoid jenis FUB AMB.

"Pengungkapan berawal dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta yang menemukan paket mencurigakan yang berasal dari China.Kemudian petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan dua paket yang terdiri atas satu buah plastik berisi serbuk putih dan satu buah plastik berisi serbuk coklat muda. Setelah diperiksa serbuk putih tersebut diketahui mengandung synthetic cannabinoid," kata Anjan.

Synthetic cannabinoid berbentuk serbuk yang efeknya sama dengan efek penggunaan ganja karena menempati reseptor di tubuh. Serbuk synthetic cannabinoid ini umumnya disemprotkan pada sampel herbal atau bahan lain kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi kemasan herbal ataupun rokok, katanya.

"Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dengan menghubungi nomor dan alamat yang tertera pada paket di Jalan A. Yani Kelurahan Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Dari alamat tersebut pada hari Kamis, 24 Agustus 2017 petugas akhirnya berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial DF yang diketahui merupakan pemilik paket," kata Anjan.

17 kg sabu Sedangkan pada kasus kedua pada 23 Agustus 2017, petugas berhasil menyita sabu seberat 17,651 kilogram dari tangan tersangka berinisial R yang ditangkap di kawasan Dusun Belatik Desa Lesabela, Bengkayang, sekitar pukul 13.45 WIB saat ia dalam perjalanan menuju Pontianak pada 6 Agustus 2017.

"Selain tersangka R, di lokasi berbeda petugas juga mengamankan AL sebagai kurir sekaligus checker, LUH alias Ape adalah WNA Malaysia penghubung buyer dan supplier, CKH alias Ahoe adalah WNA Malaysia adalah supplier, MY adalah pengendali kurir dan DZ penjaga gudang," kata Anjan.

Petugas juga mengamankan TF adalah pemodal, sedangkan tersangka CKH sempat mencoba untuk menyuap petugas sebesar Rp10 miliar, ketika proses pengembangan, katanya.

"Petugas menolak, tetapi tersangka CKH dan LUH justru melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas oleh petugas dan keduanya tewas," kata Anjan.

Sedangkan para tersangka lain kini telah diamankan BNN dan dijerat pasal 114 ayat (2), junto pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.

Dengan pemusnahan yang dilakukan BNN pada hari Rabu, berarti sebanyak kurang lebih 85 ribu jiwa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.[]

Sumber: Antara


BNN Bareskrim Polri Sabu

 

 

Baca Juga