Sabtu, 21 Oktober 2017 -

 

Disiksa Majikan di Arab Saudi, TKI Indramayu Cacat Permanen

Nasional  -  Selasa, 10 Oktober 2017, 10:21 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Luka bakar masih membekas di tangan Nuryati. (Foto: Apriyanto/Rakyat Cirebon)

SOKSINEWS.COM, Nasib nahas menimpa Nuryati (30), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Majasari Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang harus cacat permanen akibat penyiksaan yang dilakukan majikannya selama bekerja sembilan tahun di Arab Saudi.

"Yang bersangkutan mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi dan akibatnya kedua tangan, dada dan wajahnya cacat permanen," kata Ketua DPC SBMI Indramayu, Juwarih di Indramayu, Selasa (9/10).

Ia menjelaskan, selama 9 tahun bekerja, Nuryati sering disekap dan diperlakukan tak manusiawi oleh majikannya di Negeri Raja Salman tersebut.

Jurawih menuturkan, Nuryati diperlakukan selayaknya budak oleh majikan perempuannya yang berinisial SA.

"Selama sembilan tahun dia hanya diam di dalam rumah saja, ketika majikannya keluar pintu rumah dikunci dari luar," katanya yang mendapatkan pengaduan dari Nuryati.

Nuryati menceritakan majikan perempuannya awalnya tidak berbuat kasar padanya walaupun ia tidak diperbolehkan untuk keluar rumah.

Namun setelah sudah satu tahun bekerja majikannya itu mulai memperlakukan tidak manusiawi.

"Saya sering dipukul, ditampar dan kepala saya dibentur-bebturkan ke tembok, serta majikan sering membentak-bentak walaupun saya tidak melakukan kesalahan," katanya.

Dia mengatakan, cacat permanen yang dialaminya itu bermula ketika kedua majikannya bertengkar pada tahun 2013. Ketika itu, Nuryati mengaku sedang tidur. Tapi, tiba-tiba sang majikan perempuannya masuk kekamarnya dan menyiramkan cairan seperti bensin kebagian tangan, dada dan mengenai wajahnya lalu dibakar.

"Saya kaget dan panik ketika bangun tidur kok kedua tangan, dada saya terbakar, saya langsung menjeburkan diri di bak mandi," tuturnya.

"Itu yang membuat saya seperti ini, kedua tangan, dada dan wajah saya cacat permanen," katanya lagi.

Juwarih menambahkan setelah menerima pengaduan dari Nuryati, pihaknya akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan tim advokasi DPN SBMI yang di Jakarta.

"Kami akan mengkaji dan mengumpulkan bukti-bukti sebelum menyampaikan pengaduan ke BNP2TKI dan ke Kemenaker," katanya.

Menurutnya, Nuryati diberangkatkan ke Arab Saudi melalui PT. Arafa Duta Jasa, pada tanggal 21 Juni 2008.

Selama sembilan tahun bekerja, Nuryati hanya mendapat gaji kurang lebih sekitar Rp121 Juta, baik yang sudah dikirim sebelumnya maupun yang dibawa pada saat Nuryati pulang dari Arab Saudi.

"Kami juga akan memperjuangkan sisa gaji yang belum dibayar oleh majikan sekitar kurang lebih Rp 180 juta lagi," kata Juwarih menegaskan.[]

Tenaga Kerja IndonesiaArab SudiIndramayuNuryatiJuwarih

 

 

Baca Juga