Jumat, 15 Desember 2017 -

 

 

Harga Cabai Rendah Petani Mataram Tetap Tenang

Ekonomi  -  Selasa, 10 Oktober 2017, 15:26 WIB
Penulis. Fegy Eras Budianto

Ilustrasi Petani Cabe (Foto: Istimewa)

SOKSINEWS.COM, Petani di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengaku tetap tenang dengan kondisi harga cabai yang saat ini sangat rendah yakni hanya mencapai Rp3.500-Rp4.000 per kilogram.

"Kondisi harga cabai yang saat ini dinilai sangat rendah tidak terlalu mengkhawatirkan bagi petani, dan petani sudah terbiasa dengan turun-naiknya harga," kata H Masbuhin salah satu Ketua Kelompok Tani di Kota Mataram, Selasa (10/10).

Ia mengatakan, petani cabai sudah pintar berinovasi di mana ketika tiba musim harga cabai murah dan produksi meningkat, mereka memilih menjemur cabai hasil panen hingga kering.

Dengan demikian, cabai bisa bertahan lebih lama dan cabai kering bisa dijual dengan harga yang lebih menjanjikan pada saat harga cabai melonjak.

"Untung-rugi sudah bisa kami alami, dan kami tetap merasa untung karena tahun lalu sudah bisa mendapat keuntungan yang cukup tinggi," ujar Masbuhin yang juga menjadi pegiat tanaman hidroponik.

Menurutnya, harga cabai yang mencapai Rp3.500-Rp4.000 per kilogram di tingkat petani hanya jenis cabai rawit, sedangkan untuk jenis cabai besar dan keriting harganya masih stabil yakni Rp6.500 per kilogram.

Untuk jenis cabai besar dan rawit tersebut, dia tetap melakukan pengiriman untuk memenuhi permintaan ke luar daerah. Dalam sekali pengiriman, saat ini dia hanya bisa kirim 1,5 ton, atau turun dari biasanya lima ton.

"Jumlah itupun kita dapatkan dari petani dari Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur, yang artinya sebenarnya produksi cabai saat ini mulai berkurang," ujarnya.

Lebih jauh Masbuhin mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga cabai setelah masuknya musim hujan, saat ini pihaknya telah megajak semua petani hidroponik untuk menanam cabai.

Termasuk di "green house" Udayana, akan ditanami cabai sehingga beberapa bulan ke depan cabai sudah bisa dipetik dan mampu menekan kenaikan harga cabai.

"Kalau musim hujan, petani konvensional tidak berani tanam cabai. Dan itu akan menjadi kesempatan bagi petani hidroponik," katanya.

Lebih jauh Masbuhin mengatakan, kenaikan harga cabai yang selama ini sering terjadi dipicu banyak faktor diantaranya karena adanya permaian harga, dan yang menikmati itu adalah para pengepul.

"Karena itu, saat ini kami sedang memacu bagaimana agar ketika harga naik, petani juga bisa menikmati keuntungannya," katanya.[]

Sumber: Antara

MataramNusa Tenggara BaratPetani Cabai

 

 

Baca Juga