Sabtu, 21 Oktober 2017 -

 

Mendagri Sesalkan Sikap Perusakan Kantor Kemendagri

Nasional  -  Kamis, 12 Oktober 2017, 17:37 WIB
Penulis. Andri Susanto

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (Foto: rakyatmedan.com)

SOKSINEWS.COM, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyesalkan sikap pihak pasangan calon yang tidak terima terhadap putusan hasil pemilihan kepala daerah hingga melakukan tindakan anarkis dengan merusak aset negara seperti Gedung Kementerian Dalam Negeri.

Tjahjo mengatakan, dirinya tercoreng dengan peristiwa pengrusakan kantor Kemendagri yang mengatasnamakan warga Tolikora pada Rabu sore.

"Kasus perusakan kantor Kemendagri dan adanya staf Kemendagri yang terluka bagi saya seperti tertampar. Harga diri dan kehormatan saya terganggu dengan ulah orang-orang tersebut, yang mengatasnamakan warga Tolikara pendukung pasangan calon yang kalah," kata Tjahjo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/10).

Mendagri kecewa karena pihaknya telah dua kali menerima aspirasi mereka, namun massa pendukung pasangan calon John Tabo-Barnabas Weya tersebut nekat melakukan tindakan anarkis.

"Kami, Kemendagri, selama ini sudah berbaik diri dengan menerima mereka, memfasilitasi mereka dan mendengarkan aspirasi mereka. Namun, balasannya, mereka melukai saudara-saudara kita (staf Kemendagri)," tambahnya.

Kemendagri pun melaporkan 15 orang, yang diduga sebagai pelaku perusakan Kantor Kemendagri, ke Polda Metro Jaya atas dugaan perusakan secara bersama-sama, dan/atau perusakan, dan/atau penghasutan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan konflik perolehan hasil pilkada terjadi karena beberapa faktor, antara lain ketidakpuasan peserta pilkada terhadap lembaga penyelenggara pemilu, dan ketidaksiapan pasangan calon untuk kalah dalam kontestasi pilkada.

Para elite yang memiliki kepentingan dalam pelaksanaan pilkada tidak dapat dipungkiri turut terlibat dalam aksi protes terkait hasil perolehan suara. Oleh karena itu, partai politik yang mengusung para kandidat kepala daerah didesak untuk mempersiapkan kader mereka dengan baik, salah satunya untuk bersikap legowo jika kalah dalam pilkada.

"Saya yakin para elite itu juga turut berkontribusi dalam aksi itu, dengan memanas-manasi suasana. Ini tidak bisa lepas dari tanggung jawab dan peran partai politik untuk mendewasakan kader mereka," ujar Titi.[]

Sumber: Antara

KemendagriMendagriTjahjo Kumolo

 

 

Baca Juga