Minggu, 22 Oktober 2017 -

 

PPP Kepulauan Riau Sebut Sipol Buat Pusing

Nasional  -  Jumat, 13 Oktober 2017, 11:40 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ketua DPW PPP Kepri Syarapudin Aluan (Foto: batamnews.co.id)

SOKSINEWS.COM, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Kepulauan Riau (DPW PPP Kepri) menyatakan Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) membuat pusing para pengurus.

Ketua DPW PPP Kepri, Syarapudin Aluan mengatakan bahwa waktu yang diberikan untuk memasukkan persyaratan pendaftaran sebagai calon peserta Pemiilu 2019 ke dalam SIPOL sangat terbatas sehingga tim administrasi partainya harus bekerja selama berhari-hari.

"Hanya 14 hari waktu yang diberikan, berakhir Senin pekan depan. Tim administrasi kami di pusat sudah tiga hari kerja pagi, siang malam di sekretariat," kata Ketua DPW PPP Kepri Syarapudin Aluan saat dihubungi Via telepon, Jumat (13/10).

Ia menjelaskan pendataan di dalam SIPOL sangat ketat. Kesalahan sedikit dalam menulis nomor KTP atau pun nomor anggota partai ditolak sistem. Sebagai contoh, nomor KTP anggota partai yang dimasukkan ditolak SIPOL meski hanya kekurangan satu angka saja.

Sementara setiap pengurus kabupaten dan kota harus memasukkan seluruh anggota partai minimal satu banding 1.000 dari jumlah penduduk.

"Anggota partai kami di Batam itu ada sekitar tiga ribu orang, namun banyak yang ditolak sistem setelah data persyaratan keanggotaan partai dimasukkan. Sekarang tinggal sekitar dua ribu orang. Pusing kepala saya," ujarnya.

Aluan mengatakan SIPOL juga menyulitkan pengurus partai di Kepri yang berada di daerah yang kesulitan mendapatkan jaringan internet, seperti Natuna, Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. Para pengurus baru dapat memasukkan data ke dalam sistem malam ini.

"Pengurus yang tinggal di pulau-pulau itu sulit mengirim data melalui jaringan internet. Ini yang menyebabkan proses lama," ucapnya.

Ia mengatakan sosialisasi terhadap SIPOL juga terbatas di Kepri. Masih banyak pengurus partai yang tidak paham menggunakan sistem itu.

"Program ini seperti mendadak, dilaksanakan begitu cepat, sosialisasi sangat terbatas. Sekarang kami yang buru-buru menyelesaikan kewajiban sebagai calon peserta pemilu," katanya.

Aluan juga mengkritik pengurus di Kepri yang kurang serius menghadapi sistem baru yang diberlakukan KPU RI. Jika seluruh pengurus serius, data persyaratan seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu cepat.

"Saya sudah tiga hari berada di Jakarta, menemani tim administrasi. Kalau ada yang kurang, langsung saya tangani. Mudah-mudahan besok sudah selesai semua urusan SIPOL ini," katanya.

Terlepas semua permasalahan yang dihadapi PPP tersebut, Aluan menegaskan SIPOL merupakan sistem yang bagus. Sistem ini menutup upaya pengurus partai untuk melobi penyelenggara pemilu agar persyaratan yang kurang dianggap terpenuhi.

"Dalam sistem ini tidak ada lagi negosiasi, lobi-lobi dan lain-lain. Kalau satu provinsi saja tidak memenuhi persyaratan, maka gagal menjadi peserta pemilu," katanya.[]

 

 

PPPSyarapudin AluanSipol

 

 

Baca Juga