Rabu, 22 November 2017 -

 

 

Jokowi Bantah Perppu Ormas Resresif

Nasional  -  Rabu, 18 Oktober 2017, 15:46 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Presiden Joko Widodo (Foto: kompas.com)

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo membantah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Ormas bersifat represif. Karena penyusunannya dibuat secara demokratis.

"Represif itu kalau saya mau ini, kamu harus ini. Kan tidak seperti itu. Semuanya bisa ditempuh. Kan bisa saja dibatalkan di DPR. Mekanisme politis. Mekanisme hukum itu bisa dibatalkan oleh MK itu kan bisa kalau tidak sesuai dengan UU. Saya kira itu memberikan pendidikan kepada kita mana yang benar atau tidak benar," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat bersilaturahmi dengan Keluarga Besar Jamiyyah Persatuan Islam (Persis), di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10) malam.

Jokowi menegaskan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan dari salah satu anggota Ormas Islam Persis terkait Perppu Ormas oleh sebagian pihak dianggap represif.

Jokowi menjelaskan, kajian soal Perppu Ormas sudah lama dilakukan, salah satunya di Kementerian Koordinator Polhukam.

"Kajian sudah lama. Ada kajian di Menkopolhukam. Ada pengumpulan data-data. Semuanya baik data berupa video, buku-buku, tertulis. Dari sana dilihat semuanya dari semua sudut keamanan, kebangsaan, ketatanegaraan," kata presiden dilansir Antara

Mantan walikota Solo itu juga menegaskan bahwa pembuatan atau penyusunan Perppu tersebut juga dilakukan secara demokratis, dan di ikuti oleh Anggota DPR.

Presiden juga mempersilakan jika ada pihak yang ingin mengajukan judicial review Perppu Ormas ke MK.[]

 

 

Perppu OrmasPresiden Joko WidodoDPR

 

 

Baca Juga