Sabtu, 18 November 2017 -

 

 

PBB Desak Kapal Yang Berlabuh di Pelabuhan Yaman Segera Tinggalkan Pelabuhan

Internasional  -  Selasa, 07 November 2017, 10:28 WIB
Penulis. Andri Susanto

Ilustrasi Kapal Berlabuh (Foto: borneonews.co.id)

SOKSINEWS.COM, Satu badan PBB pada Senin (6/11) memberitahu semua kapal komersial yang bersandar di Kota Pelabuhan Laut Merah di Yaman, Hodeidah dan Saleef, agar meninggalan pelabuhan tersebut secepatnya.

"Dengan menyesal, kami memberitahu anda semua bahwa karena kondisi keamanan saat ini di Yaman termasuk pelabuhan di Laut Merah, semua kapal harus segera meninggalkan daerah berlabuh (sebelah barat 042, Pelabuhan Saleef dan Hodeidah dan berlayar ke pelabuhan lain guna memastikan keselamatan anggota awak, kapal dan barang," demikian antara lain pernyataan dari United Nations Verification and Inspection Mechanisme (UNVIM) yang berpusat di Republik Djibouti.

Badan PBB tersebut juga mengatakan organisasi itu telah berhenti mengeluarkan izin baru untuk semua kapal yang menuju Yaman dan menyatakan tindakan tersebut "bersifat sementara" sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Tindakan itu dilakukan setelah resolusi dikeluarkan oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi pada Senin pagi untuk menutup semua pelabuhan laut, darat dan udara di Yaman guna menghentikan apa yang dikatakan koalisi tersebut aliran senjata ke gerilyawan Syiah Al-Houthi dari "Iran".

Keputusan koalisi itu diambil setelah rudal balistik ditembakkan pada Sabtu dari wilayah petempur Al-Houthi ke arah Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, dan meledak di sebelah utara Bandar Udara Raja Khalid.

Sementara itu, milisi Al-Houthi memperingatkan koalisi agar tidak melakukan upaya apa pun untuk menyerang pelabuhan, Milisi Syiah tersebut mengatakan pasukan mereka siap mempertahankan negeri itu, kata kantor berita Yaman, yang dikuasai Al-Houthi, Saba. Dilansir kantor berita berita Xinhua, Selasa (7/11).

Kantor berita Saba juga melaporkan kunjungan mengejutkan ke Pelabuhan Hodeida oleh pejabat senior Al-Houthi Saleh As-Sammad, Kepala Dewan Politik Tertinggi Al-Houthi untuk memeriksa kesiapan petempur Al-Houthi di sana.

Beberapa organisasi bantuan PBB telah memperingatkan setiap pertempuran di pelabuhan akan meningkatkan bencana kemanusiaan di negeri tersebut.

Koalisi militer 10 negara pimpinan Arab Saudi campur-tangan dalam perang saudara di Yaman pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui masyarakat internasional dan dipimpin oleh Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi melawan gerilyawan Syiah Al-Houthi --yang menyerbu Ibu Kota Yaman, Sana'a, dan menguasai sebagaian besar wilayah Yaman Utara.

Koalisi tersebut belum mengalahkan kelompok gerilyawan Al-Houthi meskipun ribuan serangan telah dilancarkan oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi terhadap anggota Al-Houthi.

Perang saudara di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang Yaman, kebanyakan warga sipil, dan membuat lebih dari tiga juta orang lagi meninggalkan kediaman mereka, kata beberapa organisasi PBB.[]

Sumber: Antara

 

PBBLaut MerahYamanHedeidahSaleef

 

 

Baca Juga