Rabu, 22 November 2017 -

 

 

OJK Pandang Kondisi Ekonomi Indonesia 2018 Lebih Baik

Ekonomi  -  Jumat, 10 November 2017, 11:44 WIB
Penulis. Sunarimo Darmaji

Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

SOKSINEWS.COM, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menilai kondisi ekonomi Indonesia di 2018 akan lebih baik dibandingkan kondisi selama 2017.

"Kondisinya akan lebih baik karena semua indikator 2018 itu lebih baik dari indikator 2017. Proyeksi IMF dan Bank Dunia untuk negara-negara maju dan berkembang juga meningkat," kata Wimboh ditemui di Gedung OJK, Jakarta, Jumat (10/11).

Mantan Komisaris Utama Bank Mandiri itu juga mengatakan tekanan-tekanan geopolitik internasional tidak seperti periode 2014-2015 ketika ada masalah di Ukraina dan krisis negara-negara Timur Tengah.

"Tensinya sudah hampir mereda, dan yang baru kelihatannya peristiwa di Arab Saudi namun itu tidak terlalu 'interconnected' langsung dengan kita," kata Wimboh.

Selain itu, ia juga berharap perekonomian China mengalami pertumbuhan yang lebih positif sehingga negara tersebut membutuhkan lebih banyak barang-barang impor dari Indonesia.

"Itu akan positif bagi kita. Ini yang lebih mungkin mendorong bahwa kita akan lebih baik di 2018," ucap Wimboh.

Kemudian, kondisi dalam negeri juga dinilai semakin bagus. Hal tersebut tampak dari likuiditas perbankan yang kuat dan permodalan perbankan yang cenderung meningkat terus setiap tahun.

"Juga pasar modal sangat antusias, pertumbuhannya tahun ini cukup tinggi sehingga kini sudah hampir Rp200 triliun sampai bulan terakhir, dan ini tetap akan naik hingga Rp222 triliun sampai Desember. Ini sudah melampaui target kami," ucap Wimboh.

Situasi pemilihan kepala daerah pada 2018 juga dinilai memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa bekerja lebih.

"Masyarakat bisa mencetak kaos lebih banyak dan 'spending' lebih banyak. Ini positifnya kami ambil, kita juga sudah bertahun-tahun pilkada baik tidak ada masalah," kata Wimboh.[]

Sumber: Antara

OJKWimboh SantosoEkonomi Indonesia

 

 

Baca Juga