Rabu, 22 November 2017 -

 

 

Bappeda: Defisit Anggaran Tidak Ganggu Pembangunan

Ekonomi  -  Senin, 13 November 2017, 17:05 WIB
Penulis. Andri Susanto

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang Eka Sanatha (Foto: pelitakarawang.com)

SOKSINEWS.COM, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan sejumlah proyek pembangunan tidak akan terganggu dengan kondisi anggaran tahun 2018 yang mengalami defisit.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karawang Eka Sanatha di Karawang, Senin, mengakui dalam pembahasan rancangan APBD 2018 terjadi penurunan Dana Alokasi Khusus (DAU) dari pemerintah pusat.

"Saat ini kita masih membahas rancangan APBD 2018 dan masih ada defisit sekitar Rp91 miliar. Jadi dilakukan penyesuaian anggaran untuk semua dinas," kata Eka seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Eka menyatakan pemkab akan memaksimalkan pajak daerah serta dinas lain yang menghasilkan retribusi untuk mengatasi penurunan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun 2018.

Selain itu, untuk menutupi defisit anggaran, sejumlah program rutin seperti pengadaan pakaian dinas, mobil dinas dan lainnya akan ditunda sampai anggarannya mencukupi.

"Pada 2018 anggaran yang turun dari pusat ke daerah menurun drastis. Tapi proyek yang sudah berjalan akan tetap dilanjut, seperti pembangunan kantor Pemkab II dan penataan taman kota," katanya.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah Karawang Teddy Rusfendi Sutisna sebelumnya mengungkapkan defisit berjalan untuk APBD 2018 saat ini sebesar Rp91 miliar.

Besarnya angka defisit itu akibat banyak bantuan anggaran dari pemerintah pusat yang berkurang seperti Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana insentif Daerah (DID) dari Rp 53 miliar jadi Rp23 miliar.

"Begitu juga DAK (Dana Alokasi Khusus), yang diterima hanya 10 persen saja dari seluruh pengajuan ke pemerintah pusat," kata Teddy.[]

BAPPEDAKarawangEka Sanatha

 

 

Baca Juga