Rabu, 22 November 2017 -

 

 

Presiden Minta Uni Eropa Hentikan Diskriminasi Kelapa Sawit

Internasional  -  Selasa, 14 November 2017, 13:56 WIB
Penulis. Andri Susanto

Presiden Joko Widodo saat mengikuti pertemuan Pemimpin Negara Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam, Sabtu (11/11). ANTARA FOTO/POOL/YU

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peringatan 40 Tahun Kerja Sama Kemitraan ASEAN-UNI EROPA meminta agar diskriminasi terhadap kelapa sawit Indonesia ke Uni Eropa segera dihentikan.

Presiden Joko Widodo dalam siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan, Resolusi Parlemen Uni Eropa dan sejumlah negara Eropa mengenai kelapa sawit dan deforestasi serta berbagai kampanye hitam, tidak saja merugikan kepentingan ekonomi, namun juga merusak citra negara produsen sawit.

“Perkebunan kelapa sawit begitu berpengaruh dengan upaya pengentasan kemiskinan, mempersempit gap pembangunan, dan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif,” kata Jokowi dalam Siaran Pers tersebut, Selasa (14/11).

Jokowi menyampaikan, terdapat 17 juta orang Indonesia yang hidupnya, baik langsung maupun tidak langsung, terkait dengan kelapa sawit, Selain itu 42 persen lahan perkebunan kelapa sawit dimiliki oleh petani kecil di Indonesia.

Oleh karena itu, Kepala Negara mendesak agar sejumlah sikap dan kebijakan yang dinilai merugikan kepentingan ekonomi dan merusak citra negara produsen sawit harus dihilangkan.

Jokowi juga menyatakan Indonesia paham pentingnya isu "sustainability" atau keberlanjutan terkait ekonomi dan alam.

Dia menambahkan Indonesia juga telah menjalankan sejumlah kebijakan terkait "sustainability", termasuk pemberlakuan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pernyataan Presiden Jokowi itu juga mendapat dukungan penuh PM Malaysia, Najib Razak.[]

Presiden Joko WidodoKTTAseanUni Eropa

 

 

Baca Juga