Sabtu, 20 Juli 2019 -

 

 

Sempat Tidak Dapat Dilintasi, Rel Kereta Api Jalur Selatan Kembali Normal

Nasional  -  Kamis, 07 Desember 2017, 10:24 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Pekerja menggunakan alat berat untuk membersihkan material tanah longsor yang menimbun jalur kereta api di KM 231+01 Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

SOKSINEWS.COM PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan rel kereta api di jalur selatan kembali normal, Kamis (7/12) pagi, setelah sebelumnya sempat tidak dapat dilintasi rangkaian kereta baik dari arah Tasikmalaya menuju Bandung maupun sebaliknya.

Hal itu terjadi karena adanya pergerakan tanah yang menyebabkan rel amblas di kawasan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (6/12) malam.

"Lokasi amblas KM227 + 3/4 antara Stasiun Warung Bandrek dengan Bumi Waluya sudah teratasi dan telah bisa dilewati kereta api pada jam 08.33," kata Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus melalui telepon seluler, Kamis (7/12).

Ia menuturkan, akibat amblasnya jalur rel tersebut jadwal pemberangkatan dan perjalanan kereta api dari Bandung menuju Tasikmalaya hingga Jawa Tengah-Jawa Timur terganggu.

Namun gangguan tersebut, kata dia, secepatnya dapat teratasi hingga akhirnya kereta api dari arah Tasikmalaya menuju Bandung maupun sebaliknya dapat melewati jalur tersebut.

"Kereta api pertama lewat adalah Pasundan relasi Kiaracondong-Surabaya. Untuk sementara waktu dibatasi kecepatannya, 5KM/jam," kata Joni.

Ia menyampaikan, selama gangguan rel di jalur perbatasan Kabupaten Garut dengan Tasikmalaya itu diberlakukan perubahan pola operasi kereta api dan memasang larangan kereta api melintasi jalur tersebut.

"Kami segera mengambil tindakan terberat dengan segera memasang semboyan larangan melintas pada jalur tersebut," katanya, dilansir dari kantor berita Antara.

Ia menyampaikan, akibat kondisi tersebut pola operasi kereta api terjadi perubahan dengan pola memutar dan mengangkut penumpang untuk melanjutkan perjalanannya.

Pola memutar arah itu, kata dia, yakni perjalanan kereta api dari arah timur atau Jawa Tengah melewati jalur utara yaitu lintas Cirebon kemudian tujuan akhir Stasiun Bandung.

"Kami berikan pilihan kepada penumpang kereta-kereta tersebut apakah mereka berkenan untuk tetap di dalam kereta namun jalurnya memutar, atau bisa dengan peralihan kendaraan menggunakan bus menuju Bandung," katanya.

Sedangkan penumpang Kereta Api Lodaya Pagi jurusan Bandung-Yogyakarta-Solo pukul 07.20 WIB dari Stasiun Bandung diangkut menggunakan bus menuju Stasiun Tasikmalaya kemudian menggunakan kereta api untuk menuju Jawa Tengah.

"Kami mohon maaf atas kondisi ini dan berharap akan segera teratasi sehingga operasional kereta api kembali normal," katanya.[]

KAIDaop 2BandungJawa BaratJoni Martinus

 

 

Baca Juga