Jumat, 20 Juli 2018 -

 

 

Warga NTB Gunakan Dana Desa Bangun Jalan Sepanjang 383 Kilometer

Ekonomi  -  Jumat, 05 Januari 2018, 16:51 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustarai (kompas.com)

SOKSINEWS.COM, Warga perdesaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat telah membangun jalan sepanjang 383 kilometer menggunakan dana desa pada tahun anggaran 2017 untuk kelancaran aktivitas ekonomi.

"Jalan merupakan salah satu dari beberapa jenis infrastruktur yang dibangun warga perdesaan di NTB menggunakan dana desa," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Nusa Tenggara Barat (NTB) Taukhid, di Mataram, Jumat (5/1).

Infrastruktur lain, kata dia, yakni jembatan sepanjang 5.159 meter, drainase dan irigasi 93 unit, embung 5 unit, sarana air bersih 921 unit, posyandu 39 unit, polindes 36 unit. Selain itu, sarana mandi, cuci dan kakus 4.194 unit, sarana pendidikan anak usia dini sebanyak 159 unit dan pasar desa 8 unit.

Ada juga untuk mendanai program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat desa, di samping untuk biaya penyelenggaraan pemerintahan desa.

"Dana desa yang diarahkan untuk pemberdayaan dan pembinaan masyarakat mencapai 23 persen, itu sudah cukup bagus," ujarnya, melansir dari Antara.

Taukhid menyebutkan pagu dana desa yang ditransfer oleh pemerintah pusat untuk 995 desa yang tersebar di 8 kabupaten di NTB pada tahun anggaran 2017 sebesar Rp865,01 miliar.

Namun yang sudah ditransfer dari kas negara ke kas umum daerah hingga pencairan tahap II senilai Rp864,65 miliar atau sebesar 99,64 persen, sehingga masih ada sekitar Rp92 juta yang masih di kas negara.

Kabupaten dengan pagu dana desa terbesar, lanjut dia, yakni Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp209,35 miliar, disusul Bima Rp155,25 miliar, Sumbawa Rp129,33 miliar, Lombok Tengah Rp118,59 miliar, Lombok Barat Rp108,74 miliar, Dompu Rp61,16 miliar, Sumbawa Barat Rp47,70 miliar, dan Lombok Utara Rp34,84 miliar.

"Beberapa kabupaten masih ada yang belum 100 persen mentransfer ke rekening desa karena menunggu laporan penggunaan dana desa yang dicairkan pada tahap I," ucapnya.

Untuk pencairan dana desa pada 2018, Taukhid mengaku belum mengetahui secara pasti apakah akan dilakukan pada awal tahun atau masih menerapkan pola lama, yakni dalam dua tahap atau pada April dan Agustus/September.

"Kami mendapatkan informasi dana desa akan disalurkan pada Januari untuk menggerakkan perekonomian desa pada awal tahun. Tapi pastinya kami belum tahu," ucapnya pula.

Untuk mencegah penyelahgunaan, Kantor Wilayah DJPb NTB setiap tahun memberikan pemahaman kepada para kepala desa tentang sasaran penggunaan dana desa sesuai yang ditetapkan pemerintah pusat. Hal itu dilakukan dengan cara mendatangi langsung ke kabupaten-kabupaten.[]

NTBDana DesaTaukhid

 

 

Baca Juga