Selasa, 18 Desember 2018 -

 

 

Israel Setujui Pembangunan Pemukiman Baru Yahudi di Tepi Barat

Internasional  -  Rabu, 10 Januari 2018, 16:01 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi (thefamilyleader.com)

SOKSINEWS.COM, Israel akan menyetujui pembangunan ratusan rumah baru di Tepi Barat, yang didudukinya, kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman pada Selasa.

Permukiman adalah salah satu masalah paling panas dalam upaya memulai kembali perundingan perdamaian Israel-Palestina, yang terhenti sejak 2014.

Warga Palestina menginginkan Tepi Barat untuk negara masa depan mereka, bersama dengan Yerusalem Timur dan Jalur Gaza. Sebagian besar negara menganggap tidak sah permukiman Israel, yang dibangun di wilayah yang dicaploknya dalam perang Timur Tengah pada 1967.

Israel membantah bahwa permukimannya tidak sah dan mengatakan masa depan mereka harus ditentukan dalam perundingan perdamaian dengan Palestina.

Pemerintah Israel pada Rabu menyetujui pembangunan 1.285 rumah yang akan dibangun pada 2018 dan merencanakan pembangunan lebih lanjut 2.500 rumah lain di sekitar 20 permukiman berbeda, kata Lieberman dalam pernyataan.

Belum ada tanggapan dari pejabat Palestina atas pernyataan tersebut. Warga Palestina mengatakan permukiman Israel di Tepi Barat, sebuah isu penting dalam perundingan damai, dan permukiman itu akan menghambat upaya untuk kesepakatan dua negara yang hidup berdampingan secara damai.

Perundingan perdamaian, yang diperantarai Amerika Serikat, antara Israel dan Palestina gagal pada tahun 2014 dan sebuah tawaran oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memulai kembali perundingan itu telah menunjukkan sedikit tanda kemajuan.

Saat ditanya mengenai rencana pembangunan tersebut, pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa tidak ada perubahan dalam kebijakan mengenai permukiman dan pemerintah Israel telah menjelaskan bahwa melanjutkan "maksudnya adalah untuk mengadopsi sebuah kebijakan mengenai aktivitas permukiman yang mempertimbangkan keprihatinan Presiden." 

"Amerika Serikat menyambut baik hal ini, seperti yang telah dikatakan Presiden berulang kali, pemerintah bertekad berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian komprehensif antara Israel dan Palestina," kata pejabat Amerika Serikat tersebut dengan syarat anonim.

Gedung Putih mengatakan pada Senin, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence akan mengunjungi wilayah tersebut dari 20 sampai 23 Januari, memulai tur yang direncanakan semula pada bulan Desember setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pence akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Raja Yordania Abdullah dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kata Gedung Putih.

Keputusan Trump tentang Yerusalem dan pengumuman pada Desember bahwa Amerika Serikat akan memulai pemindahan kedutaan besarnya dari Tel Aviv membuat marah warga Palestina, yang mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak dapat lagi memperantarai perdamaian dengan Israel.[]
 

IsraelPalestinaTepi Barat

 

 

Baca Juga