Selasa, 26 Juni 2018 -

 

 

KPK Limpahkan Penyidikan Kasus Korupsi Infrastruktur Kabupaten Batura 

Nasional  -  Rabu, 10 Januari 2018, 16:56 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Komisi Pemberantasan Korupsi (Istimewa)

SOKSINEWS.COM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap tiga tersangka tindak pidana korupsi suap terkait dengan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

"Hari ini dilakukan penyerahan barang bukti dan tiga tersangka tindak pidana korupsi suap terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017 ke penuntutan atau tahap dua," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (10/1).

Tiga tersangka itu antara lain Bupati Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batubara Helman Herdady, dan Sujendi Tarsono alias Ayen berprofesi sebagai wiraswasta.

Ketiganya diduga sebagai pihak penerima dalam kasus tersebut.

"Sidang rencananya akan digelar di Pengadilan Tipikor Medan. Untuk kepentingan tersebut, tersangka Sujendi Tarsono dipindahkan penahanannya dan dititipkan di Lapas Klas 1 Medan," ucap Febri.

Sedangkan dua tersangka lainnya, kata Febri, masih dititipkan penahanannya di Rutan di Jakarta, yaitu OK Arya Zulkarnain di Rutan Polres Metro Jakarta Timur dan Helman Herdady di Rutan Salemba.

Hingga hari ini, menurut Febri, total 62 saksi telah diperiksa untuk ketiga tersangka tersebut.

"Sedangkan ketiga tersangka ini masing-masing telah diperiksa sebagai tersangka sebanyak dua hingga tiga kali dalam kurun Oktober sampai November 2017," ungkap Febri, melansir dari Antara.

Unsur saksi terdiri dari PNS Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bengkulu, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Batubara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Kepala BPKAD Kabupaten Batubara, dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batubara, PNS Sekretaris Unit Layanan Pengadaan Pengadaan Barang atau Jasa pemerintah daerah Kabupaten Batubara, advokat, wiraswasta, dan unsur swasta lainnya.

KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu.

Diduga sebagai pihak penerima, yaitu OK Arya Zulkarnain, Helman Herdady, dan Sujendi Tarsono alias Ayen.

Kemudian sebagai pihak pemberi, yakni dua orang kontraktor masing-masing Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Untuk Maringan dan Syaiful saat ini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan.

Dalam OTT terkait kasus itu, total KPK mengamankan uang tunai senilai Rp346 juta.

Uang tersebut diduga bagian dari fee proyek senilai total Rp4,4 miliar yang diduga diterima oleh Bupati Batubara melalui para perantara terkait beberapa pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

Dari pemeriksaan penyidik, dari total fee Rp4,4 miliar terdapat sisa fee Rp1,6 miliar yang dikuasai oleh tersangka Sujendi Tarsono, pemilik dealer mobil.

"Jadi semua dana disetorkan ke Sujendi Tarsono. Pada saat tertentu OK Arya Zulkarnain butuh nanti diberikan oleh Sujendi Tarsono. Itu pada OTT tanggal 13 September 2017 modusnya begitu. Jadi OK Arya Zulkarnain tidak megang uangnya sendiri, yang memegang Sujendi Tarsono," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi di gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/9) lalu.

Pertama, dari kontraktor Maringan Situmorang diduga pemberian fee sebesar Rp4 miliar terkait dua proyek, yaitu pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp32 miliar yang dimenangkan oleh PT Gunung Mega Jaya dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp12 miliar yang dimenangkan oleh PT Tombang.

Barang bukti Rp346 juta dalam OTT ini diduga merupakan bagian dari fee terkait dua proyek itu.

Kedua, dari kontraktor Syaiful Azhar diduga pemberian fee sebesar Rp400 juta terkait dengan proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar.[]
 

KPKFebri DiansyahOK Arya ZulkarnainHelman HerdadySujendi Tarsono

 

 

Baca Juga