Minggu, 21 Oktober 2018 -

 

 

Kejari Binjai Geledah Rumah Mantan Dirut RSUD Djoelham

Nasional  -  Kamis, 11 Januari 2018, 08:33 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi (analisadaily.com)

SOKSINEWS.COM, Kejaksaan Negeri Binjai menggeledah rumah mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai berinisial MS di Kelurahan Selayang I, Kota Medan, terkait dengan penanganan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp14 miliar dari dana APBN Tahun Anggaran 2012.

"Penggeledahan dilakukan penyidik Kejari Binjai, sedangkan tersangka tidak berada di rumah," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian di Medan, Kamis (11/1).

Ia mengatakan selama beberapa minggu ini tersangka kasus tersebut menghilang dan jarang masuk kerja di RSUD Djoelham Binjai.

"Penggeledahan rumah tersangka yang cukup mewah itu, Senin (8/1) untuk mencari beberapa barang bukti, dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara tersebut," ujar Sumanggar.

Ia menyebutkan penyidik sudah beberapa kali melayangkan pemanggilan terhadap mantan orang pertama di RSUD Djoelham Binjai, namun yang bersangkutan tidak pernah hadir di Kejari Binjai.

Selain itu, tersangka juga tidak diketahui di mana berada, sehingga Kejari Binjai menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Sampai saat ini penyidik masih terus mencari tersangka," ucapnya, melansir dari Antara.

Sumanggar mengatakan dua orang berstatus DPO dalam penanganan kasus tersebut, yakni MS, mantan Direktur RSUD Djoelham Kota Binjai dan CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai.

Namun, tersangka CPT telah menyerahkan diri ke Kejari Binjai, Rabu (10/1).

"Jadi hingga kini hanya tinggal satu orang lagi yang menjadi DPO, yaitu tersangka MS, " kata juru bicara Kejati Sumut itu.

Kejaksaan Negeri Binjai telah menetapkan tujuh tersangka kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Djoelham Kota Binjai senilai Rp14 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2012.

Sebanyak tiga tersangka berinisial SYA, sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SHD, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, dan TD, Direktur PT Mesarinda Abadi. Mereka telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Binjai.

Sebanyak dua tersangka, yakni BS, Kepala Cabang Kimia Farma Medan pada 2012 dan FNC, Direktur PT Petan Daya, tidak ditahan karena kooperatif.

Kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan RSUD Djoelham Binjai dengan anggaran senilai Rp14 miliar. Kasus tersebut merugikan keuangan negara Rp3,5 miliar, sesuai hasil audit BPKP Sumut.

Kejaksaan NegeriBinjaiSumatera UtaraRSUD Djoelham

 

 

Baca Juga