Minggu, 21 Oktober 2018 -

 

 

Polres Madiun Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada Serentak 2018

Nasional  -  Kamis, 11 Januari 2018, 13:16 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi (ANTRAFOTO)

SOKSINEWS.COM, Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota, Jawa Timur, menggelar simulasi dan apel pasukan sebagai persiapan pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang akan dilaksanakan pada Juni 2018.

Kapolres Madiun Kota AKBP Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan, Kamis (11/1) simulasi dan gelar pasukan tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran tentang titik rawan, analisis ancaman, serta kemungkinan gangguan yang muncul pada tiap-tiap tahapan pilkada.

"Simulasi tersebut sekaligus juga memberikan gambaran kepada Polri, TNI, Linmas, maupun unsur pengamanan lainnya tentang tata cara pengamanan yang dilakukan sesuai peraturan perundangan yang berlaku," ujar AKBP Sonny kepada wartawan seusai simulasi di kawasan Mapolres Madiun Kota.

Dalam simulasi tersebut, tampak sejumlah kendaraan taktis milik Polres Madiun Kota diturunkan.

Ribuan personel polisi yang dilengkapi tameng dan pemukul juga bersiaga karena diibaratkan sedang mengamankan proses pengambilan dan penghitungan suara yang diwarnai dengan unjuk rasa yang berakhir ricuh karena ada pasangan calon yang tidak puas dengan tahapan pilkada setempat.

Dengan simulasi tersebut, diharapkan anggota Polri dan TNI yang terlibat, mampu bertindak dan mengatisipasinya dengan tepat dan cepat.

"Secara umum kami telah siap mengamankan Pilkada Kota Madiun 2018. Para anggota cukup tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi demonstrasi yang mengarah pada tindakan anarkis atau konflik lainnya," kata dia, melansir dari Antara.

Ia menambahkan guna mengamankan seluruh proses dan tahapan Pilkada Kota Madiun dan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018, Polres Madiun Kota akan mengerahkan sebanyak 1.300 personel gabungan. Seribuan personel tersebut merupakan gabungan dari anggota Polri, Brimob Madiun, TNI, Pemkot Madiun, dan Linmas Kota Madiun.

Pengamanan akan dilakukan dari berbagai tahapan seperti, pencalonan, penetapan calon dan nomor urut, pendistribusian logistik pilkada, kampanye, pengamanan TPS, pengamanan saat pengambilan suara, perhitungan suara, hingga kegiatan lainnya setelah pilkada.

"Semua tahapan pilkada kami amankan. Namun dari sejumlah tahapan tersebut, ada beberapa yang menjadi atensi. Di antaranya saat kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara, dan penetapan pemenang karena rawan konflik," katanya.

Guna menjamin keamanan dan kelancaran berbagai tahapan pilkada, pihaknya mengimbau masyarakat Kota Madiun untuk saling menjaga diri dan tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara, saat ini terdapat tiga bakal pasangan calon peserta Pilkada Kota Madiun 2018 yang telah mendaftar ke KPU setempat. Ketiga bakal pasangan calon tersebut adalah pasangan Haryadin Mahardika-Arief Rahman dari jalur perseorangan, pasangan Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi yang diusung koalisi parpol Gerindra, PKS dan Golkar, serta pasangan Maidi-Inda Raya yang diusung dari koalisi lima parpol, yakni PDIP, Demokrat, PKB, PAN, dan PPP.[]
 

Polisi Pores MadiunJawa TimurPilkada 2018

 

 

Baca Juga