Senin, 11 November 2019

 

 

Nasional Humaniora

Cegah Gizi Buruk, Dinkes DIY Dorong Pemda Bentuk Desa Gizi 

Ahmad Fiqi Purba
Kamis, 08 Februari 2018 09:38 WIB

Cegah Gizi Buruk, Dinkes DIY Dorong Pemda Bentuk Desa Gizi 
Ilustrasi (Istimewa)

SOKSINEWS.COM, Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong pemerintah kabupaten segera memperbanyak pembentukan desa gizi untuk mencegah kasus gizi buruk dan stunting di daerah itu.

"Sejak 2014 Pemda DIY telah merintis desa model perbaikan gizi dan kesehatan untuk anak. Hingga 2017 telah terbentuk 11 desa model," kata Kepala Seksi Gizi Dinas Kesihatan (Dinkes) DIY Endang Pamungkasiwi di Yogyakarta, Kamis (8/2).

Endang menyampaikan, pihaknya tidak akan menambah desa model lagi karena tahun ini kami berharap kabupaten sudah mulai bisa memperbanyak dengan mereplikasi desa model itu.

Menurut Endang, melalui desa gizi tersebut masyarakat akan dibimbing untuk mengenali gizi buruk dan stunting. Masyarakat desa akan mengetahui ciri-ciri gizi buruk dan stunting serta bagaimana cara menanggulangi atau memulihkannya.

Ia menyebutkan desa model perbaikan gizi dan kesehatan untuk anak telah dibentuk di Kabupaten Kulon Progo (3 desa), Kabupaten Sleman (2 desa), Bantul (2 desa), Gunung Kidul (2 desa), dan Kota Yogyakarta (2 desa).

"Sampai sekarang semua kabupaten sudah mulai berinisiatif mereplikasi desa model itu, kecuali Kota Yogyakarta yang belum," kata dia.

Untuk menanggulangi kasus gizi buruk dan stunting, kata Endang, Dinkes DIY juga telah membuat program pemberian nutrisi tambahan bagi ibu hamil dan anak dalam bentuk biskuit, khususnya untuk wilayah yang ditemukan kasus gizi buruk tinggi.

Bedasarkan data Dinkes DIY pada 2017, kasus gizi buruk dan stunting mencapai 0,46 persen dari seluruh anak atau balita di DIY. Persentase itu mengalami penurunan kendati tidak signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Angkanya mengalami penurunan meski tidak signifikan. Yang jelas masih di bawah angka nasional," kata dia.

Kasus gizi buruk di DIY, menurut Endang, jangan disamakan dengan kasus gizi buruk pada suku Asmat, Papua. Anak-anak penderita gizi buruk di DIY memiliki kondisi layaknya anak normal lainnya, hanya saja berat badan dan tinggi badan di bawah anak seusianya.

"Makannya untuk masyarakat awam biasanya tidak menyadari bahwa anak atau balitanya mengalami gizi buruk," kata dia.

Menurut Endang, munculnya kasus gizi buruk, menurut dia, tidak selalu berkorelasi dengan kondisi perekonomian suatu daerah. Kendati pada 2014, Pemda DIY mengumumkan angka kemiskinan menurun, pada kenyataannya jumlah kasus gizi buruk justru naik mencapai angka 0,51 persen.

"Kalau hanya soal ekonomi berarti hanya masyarakat miskin yang mengalami gizi buruk. Kenyataannya gizi buruk juga dialami anak pada keluarga berpenghasilan tinggi," kata dia.

Kasus gizi buruk, menurut dia, dapat dipicu dari berbagai faktor. Selain kemungkinan disebabkan persoalan ekonomi, juga disebabkan pola hidup atau pergeseran pola makan masyarakat. Misalnya, jika dahulu masyarakat lebih banyak makan di rumah, sekarang lebih banyak yang makan di luar rumah, karena tuntutan pekerjaan atau kondisi lainnya.

"Meskipun kami tidak menyalahkan ibu-ibu yang berkarier, tetapi memang sedikitnya waktu yang dimiliki untuk memasak makanan sendiri dan memilih mengonsumsi makanan instan membuat ibu rumah tangga tidak terlalu memperhatikan faktor gizi," kata dia.[]

Berita Lainnya

Menhan Prabowo Optimis Indonesia Miliki Indhan Nasional Kuat

SOKSINEWS.COM, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sangat optimis Indonesia akan memiliki industri pertahanan (indhan) . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Kepala Daerah Tidak Perlu Berhenti Ketika Mencalonkan Diri

SOKSINEWS.COM,  Kepala daerah, yakni gubernur, bupati maupun wali kota tidak perlu berhenti ketika mencalonkan diri sebagai . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Gubernur Akui Malut Rawan Pencurian Ikan

SOKSINEWS.COM, Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba mengakui Malut masih sering terjadi kasus pencurian ikan yang diduga . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Polri: Tidak Ada Pengamanan Khusus Jelang Hut OPM

SOKSINEWS.COM, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal memastikan tidak ada pengamanan khusus jelang peringatan HUT Organisasi . . .

Nasional Senin, 11 November 2019

Jokowi Ingin Pemangkasan Eselon Dikaji Cermat

SOKSINEWS.COM, Presiden Joko Widodo ingin agar reformasi birokrasi termasuk di dalamnya pemangkasan eselon dikaji secara cermat . . .

Nasional Senin, 11 November 2019