Rabu, 20 Juni 2018 -

 

 

Poldasu Nyatakan Yayasan SWF Tak Kantongi Izin

Nasional  -  Kamis, 15 Februari 2018, 07:40 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

SWF. (Istimewa)

SOKSINEWS.COM, Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyatakan Yayasan Sumatera Women Foudation (SWF) milik pelaku penggelapan mobil mewah berinisial NZ (33), warga Medan, tidak memiliki izin.

"Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut sudah melakukan penyelidikan mengenai izin Yayasan SWF itu, ternyata lembaga swasta tersebut fiktif dan tidak jelas statusnya," kata Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Pol. Andi Rian R. Djajadi dalam paparannya di Mapolda, Rabu (14/2).

Bahkan, menurut dia, melalui yayasan yang tidak benar itu, tersangka NZ berhasil menipu pemilik mobil mewah dengan modus mengadakan perjanjian kerja sama sewa mobil yang disaksikan notaris di Medan.

"Namun, ternyata mobil yang disewa oleh NZ, dijual satu per satu kepada orang lain," ujar Kombes Pol. Rian.

Dalam menjual mobil tersebut, NZ terlebih dahulu membuat STNK dan BPKB palsu dan nama pemilik juga sudah diubah oleh tersangka.

Sejumlah mobil mewah yang dijual tersebut cukup murah sehingga banyak peminatnya.

"Namun, akhirnya perbuatan tersangka yang menjual mobil milik orang lain itu berhasil dibongkar Polda Sumut," ucapnya, seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Rian juga meminta kepada warga yang membeli mobil mewah kepada tersangka itu segera melapor atau menyerahkan barang tersebut ke Polda Sumut.

Pengembalian mobil tersebut untuk kepentingan penyidikan dilakukan Polda terhadap tersangka.

"Jika, mobil tersebut tidak juga dilaporkan atau diserahkan ke Polda Sumut, petugas akan menyita mobil itu," kata Dirditrektorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menangkap empat pelaku penggelapan mobil mewah pinjaman yang merupakan hasil perjanjian dengan mitra kerja yang ada di Medan.

Keempat tersangka yang diamankan itu, yakni berinisial NZ (pimpinan Yayasan "SWF"), UG (sekretaris), KB (sopir), dan KP (perantara).

Petugas Polda Sumut juga telah menyita empat unit mobil mewah yang telah dijual, yakni mobil Toyota Alphard warna hitam BK 1484 GL, mobil Kijang Inova warna putih, mobil Pajero Sport Dakar BK 1455 HB, dan mobil Kijang Inova warna hitam.

Keempat tersangka yang terlibat penggelapan mobil mewah itu, dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP.

Sebelumnya, A. Subrata pemilik mobil melaporkan seorang wanita berinisial NZ dan YD ke Polda Sumatera Utara dengan tuduhan melakukan penggelapan dan penipuan dua unit mobil mewah.

Subrata, warga Jalan Karya Budi Lingkungan VII Kelurahan Pangkalan Masyur Kecamatan Medan Johor yang didampingi kuasa hukumnya, Marwa, di Medan, mengatakan bahwa bukti laporan tersebut dengan nomor LP/77/I/2018 SPKT II tanggal 26 Januari 2018.

Terlapor diduga telah menipu dan menggelapkan dua unit mobil Mitsubshi Pajero BK 1505 EL dan Fortuner BK 401 W pada tanggal 6 Juli dan 26 Juli 2018.

Terlapor NZ, bertempat tinggal di Jalan Eka Karya Wisata Gang Eka Handayani, Johor Medan.

Terlapor tersebut juga merupakan pemilik Yayasan "SWF" yang ada di Medan.[]

PoldasuKombes Pol Andi Rian R DjajadiSWF

 

 

Baca Juga