Senin, 25 Juni 2018 -

 

 

Perpustakaan Bergerak Runtuhkan Mitos Minat Baca Rendah

Nasional  -  Selasa, 20 Februari 2018, 15:34 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi (Istimewa)

SOKSINEWS.COM, Pegiat Literasi dan Perpustakaan Bergerak Indonesia Nirwan A Arsuka meyakini bahwa perpustakaan bergerak telah meruntuhkan mitos bahwa minat masyarakat Indonesia untuk membaca rendah.

"Bukan rendah tapi memang bukunya yang tidak ada. Realitas di lapangan begitu buku ada, minat baca anak muncul," kata Nirwan di Jakarta, Selasa (20/2).

Dalam konferensi pers Seminar Nasional Literasi dan Pembangunan Sosial Ekonomi di gedung Perpustakaan Nasional, Nirwan mengatakan saat peredaran buku terutama di daerah terpencil masih kurang.

Dia juga mengatakan, dengan Perpustakaan Bergerak juga telah meruntuhkan mitos bahwa masyarakat Indonesia tidak mampu bergerak mengatasi masalahnya sendiri jika tidak dibantu oleh pemerintah.

"Perpustakaan Bergerak ini tumbuh tanpa bantuan pemerintah, kita adalah para relawan yang terdiri atas berbagai profesi," tambah dia, seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Baru dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mulai memberikan perhatian melalui PT Pos Indonesia dengan gerakan gratis mengirim buku setiap tanggal 17 tiap bulan.

Sejak 2017 hampir 140 ton buku dikirim ke seluruh wilayah Indonesia lewat program kirim buku gratis PT Pos dengan nilai hampir Rp7 miliar.

Saat ini Perpustakaan Bergerak memiliki 1.200 simpul pustaka relawan di seluruh daerah yang terdiri atas berbagai unsur masyarakat. Mereka bergerak sendiri dengan menggunakan berbagai kendaraan dari sepeda motor, perahu, kuda bahkan berjalan kaki untuk menyebar pengetahuan kepada masyarakat.

"Gerakan masyarakat ini mencoba memecahkan masalahnya sendiri menjadi kekuatan pustaka bergerak. Indonesia menjai contoh 'people power' bagaimana kekuatan masyarakat itu bergerak bahkan menjadi gerakan nasional," kata dia.

Namun ada beberapa masalah konkrit yang dihadapi perpustakaan bergerak yaitu kurangnya armada karena meski memiliki 1.200 simpul pustaka namun jumlahnya masih terlalu kecil dibandingkan luas wilayah Tanah Air. Masalah lain yang dihadapi adalah kekurangan buku.

"Karena itu kita mendorong agar ke depan setiap desa bisa membentuk perpustakaan dengan memanfaatkan dana desa," ujar Nirwan.[]
 

PertuskaanNirwan A ArsukaLiterasi

 

 

Baca Juga