Senin, 17 Desember 2018 -

 

 

MUI Tegaskan Politik Uang di Pilkada Haram

Nasional  -  Kamis, 22 Februari 2018, 10:17 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jalan Proklamasi No 51, Menteng, Jakarta Pusat. (bimasislam.kemenag.go.id)

SOKSINEWS.COM, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak menegaskan politik uang haram karena itu harus dihindarkan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar 27 Juni 2018 secara serentak di 171 daerah di Tanah Air.

"Kita mengharamkan adanya politik uang pada pilkada baik pemberi maupun penerima," kata Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Akhmad Khudori di Lebak, Kamis (22/2).

Permainan politik uang juga menciderai pesta demokrasi di Tanah Air.

Masyarakat diminta tidak menerima politik uang karena adanya perbuatan asror penyuap dan dosa.

Pilkada lima tahunan itu tentu harus jauh dari perbuatan kecurangan, termasuk politik uang untuk mendukung salah satu pasangan tertentu.

Bagaimana pemimpin membangun bangsa ini jika mereka melakukan politik uang.

Politik uang benar-benar merusak bangsa sehingga para pemberi dan penerima sama-sama masuk neraka.

Ia juga meminta warga agar menghindari SARA dan kampanye hitam yang bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Kami berharap pelaksanaan pilkada di Lebak berjalan lancar,sukses dan damai," katanya menjelaskan.

Menurut dia, perbuatan politik uang karena menurut ajaran Islam diharamkan, sebagaimana Rasullah telah bersabda "Arrosi wal murtasi finnar", yakni yang menyuap dan yang disuap masuk neraka." Di samping Undang-Undang nomor 10 tahun 2016, jelas menegaskan sanksi kepada pelaku politik uang.

Larangan penerima politik uang itu harus diketahui masyarakat luas, jangan sampai ada yang berurusan dengan hukum karena diimingi sejumlah uang yang tidak seberapa itu, kata Kiyai Akhmad.

Selain itu juga politik uang bisa dilakukan didiskualifikasi atau gugur pencalonan kepala daerah.

"Kami minta masyarakat menolak politik uang dan lebih cerdas dalam memilih pemimpin agar ke depan Lebak menjadi lebih baik," ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan pilkada di Kabupaten Lebak diikuti pasangan tunggal yakni Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi (IDE).

Pasangan IDE begitu kuat karena didukung Partai Demokrat, Golkar, PDI-P, PKB, PKS, PPP, PAN, Nasdem, Hanura dan Gerindra.

Meski pilkada Lebak diikuti satu pasangan tunggal,namun harus melawan kotak kosong atau bungbung kosong setelah jalur perseorangan Cecep Sumarno dan Didin Safrudin ditolak KPU setempat.

"Kami minta pilkada Lebak itu tidak bermain politik uang dengan memberi sesuatu sedekah tidak ikhlas dan ada tujuannya," katanya.[]

MUILebakPolitik UangKH Akhmad Khudori

 

 

Baca Juga