Kamis, 14 November 2019

 

 

Nasional

Ketum PB HMI: UU MD3 Membungkam Demokrasi

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 07 Maret 2018 13:44 WIB

Ketum PB HMI: UU MD3 Membungkam Demokrasi
Ketum PB HMI Resripatori Saddam Al- Jihad (Batik Cokelat Kenakan Muts). (Istimewa)

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum HMI'>PB HMI Resripatori Saddam Al-Jihad menilai ketok palu tanda disahkannya revisi UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) pada 12 Februari lalu menjadi perhatian penting organisasi kemahasiswaan di Indonesia. 

Mahasiswa Jebolan Doktoral Institute Pemerintahan Dalam Negeri ini menyampaikan terdapat pasal-pasal kontroversial di dalam UU MD3 yang cenderung menutup ruang publik. 

"Rakyat seolah dianggap sebagai ancaman bagi DPR dan demokrasi itu sendiri. Ini adalah kemunduran atas perjalanan demokrasi di Indonesia," ungkap Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI'>PB HMI) Saddam Al Jihad saat ditemui di Kantor HMI'>PB HMI, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu Siang (7/3).

Saddam menyampaikan hasil revisi UU MD3 menunjukkan bahwa DPR semakin jauh dari rakyat. Terlebih, ada beberapa pasal dalam revisi tersebut, menjadikan DPR sebagai lembaga yang kebal hukum dan superpower. 

"Apalagi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) secara jelas diberikan kewenangan untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR," ujar Ketum HMI'>PB HMI.

Pria asal lampung ini juga menyampaikan rasa prihatin atas sikap ekslusif DPR yang anti terhadap kritik masyarakat. 

"Semestinya DPR membuka ruang terhadap masyarakat yang ingin mengkritik lembaga ini,  karena proses demokrasi kita telah melangkah maju ke depan, jangan mundur kebelakang," cetusnya. 

Demi menyampaikan aspirasi rakyat, Saddam menegaskan bahwa HMI'>PB HMI akan melakukan komunikasi dengan lintas organisasi mahasiswa yang tergabung dalam cipayung plus untuk menyikapi UU MD3

"Kami akan coba lakukan konsolidasi dengan teman-teman cipayung plus,  karena UU MD3 bagi kami akan mengkebiri kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat," tegas Saddam.[]

Berita Lainnya

Wakil Wali Kota Kupang Dorong Dharma Wanita Lebih Kreatif

SOKSINEWS.COM, Wakil Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Hermanus Man mendorong para anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Polres Buleleng Tingkatkan Pemeriksaan Tamu Mako Pasca-Bom Medan

SOKSINEWS.COM, Jajaran Polres Buleleng meningkatkan pemeriksaan tamu yang mendatangi markas komando kepolisian pascaledakan bom . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Kemenag Lebak Tingkatkan Kompetensi Kepala Sekolah Melalui Bintek

SOKSINEWS.COM, Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Banten, meningkatkan kompetensi kepala sekolah melalui pelatihan bimbingan teknis . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

Gubernur Sebut Wisatawan Tak Berduit Dilarang Ke NTT

SOKSINEWS.COM, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat mengatakan bahwa wisatawan yang tak berduit atau bukan termasuk . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019

DPR Tinjau Seleksi Calon Hakim Agung

SOKSINEWS.COM, Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus mengapresiasi kunjungan Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin yang meninjau . . .

Nasional Kamis, 14 November 2019