Minggu, 27 Mei 2018 -

 

 

Bulog Jamin Stok Pangan Aman Hingga Lebaran 2018

Ekonomi  -  Kamis, 08 Maret 2018, 09:40 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi Kebutuhan Pokok. MBANDUNG.COM

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Sulawesi Tengah menjamin stok beberapa jenis komoditas pangan yang ada di gudang cukup memadai dan aman sampai Lebaran Idul Fitri 2018.

"Kami hingga kini masih memiliki stok khususnya beras, gula pasir dan minyak goreng dalam jumlah memadai," kata Kepala Bidang Komersil Bulog Sulteng, Gutomo Haryo Pamungkas di Palu, Kamis (8/3).

Ia mengatakan untuk beras, Bulog Sulteng masih punya stok sekitar 20 ribu ton. Sementara minyak goreng kemasan ada sekitar 24.000 liter dan gula pasir sebanyak 500 ton. Dengan persediaan tersebut, pihaknya memastikan untuk kebutuhan Lebaran tidak ada masalah. 

"Itu stok yang dikuasai Bulog. Belum termasuk dikuasai para distributor dan pengecer," kata dia.

Selama ini, Bulog Sulteng telah menjual beberapa komoditi pangan diluar beras, minyak goreng dan gula pasir ada juga telur ayam, bawang merah, bawang putih dan cabai. Hanya saja, kata dia, khusus bawang merah, bawang putih dan cabai, Bulog Sulteng tidak memiliki stok di gudang sudah habis terjual.

Menurut dia, jika diperlukan, Bulog akan mendatangkan beberapa komoditas pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat, mengingat beberapa bulan lagi akan menghadapi hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, khusus stok beras, minyak goreng maupun gula pasir di gudang Bulog masih cukup memadai, tetapi perlu ditambah guna mengamankan harga di tingkat pengecer.

Bulog Sulteng selama ini tidak hanya melayani kebutuhan rumah pangan kita (RPK), tetapi juga pengecer/kios, koperasi dan pelaku pasar lainnya. Tetapi, mereka harus menjual komoditas yang disuplai Bulog sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Misalkan gula pasir Rp12.500/kg, beras medium Rp8.500/kg dan minyak goreng Rp12.500/liter.

Sementara Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Zainuddin Hak juga menjamin stok pangan di pasaran relatif stabil. Kecuali ada tiga komoditas yakni telur ayam, bawang merah dan bawang putih rata-rata mengalami kenaikan karena stok berkurang dan permintaan masyarakat meningkat.

Tetapi, kata dia, stok yang ada masih cukup aman. 

"Hanya saja harga naik," ujarnya.

Kenaikan harga bawang merah dan putih karena memang panen belum tiba untuk bawang merah. Sementara bawang putih selama ini didatangkan pedagang dari luar seperti Surabaya.

"Kita berharap Bulog Sulteng bisa intervensi pasar khusus untuk komoditi-komoditi yang cenderung bergerak naik di tingkat pengecer," tukasnya.[]

BulogSulawesi TengahGutomo Haryo Pamungkas

 

 

Baca Juga