Sabtu, 17 November 2018 -

 

 

PBB: Ribuan Orang Ditahan Secara Semena-Mena Oleh Kelompok Bersenjata

Internasional  -  Rabu, 11 April 2018, 09:56 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Tentara Libya berjaga di objek vital. (Foto: REUTERS/Esam Omran Al-Fetori)

SOKSINEWS.COM, PBB pada Selasa (10/4) mengeluarkan laporan yang mengungkapkan bahwa kelompok bersenjata di Libya telah menahan ribuan orang secara semena-mena dan dengan cara melanggar hukum.

"Kelompok bersenjata di seluruh Libya menahan ribuan lelaki, perempuan dan anak-anak dalam waktu lama dan dengan cara melanggar hukum. Semua tahanan itu dijadikan sasaran penyiksaan dan pelanggaran lain hak asasi manusia serta pelecehan," kata satu laporan yang dikeluarkan oleh Kantor Komisariat Tinggi bagi Hak Asasi Manusia (OHCHR) melalui kerja sama dengan Misi Pendukung PBB di Libya (UNSMIL).

"Lelaki, perempuan dan anak-anak di seluruh Libya ditahan secara semena-mena atau dengan cara melanggar hukum melucuti kebebasan mereka berdasarkan hubungan keluarga atau suku dan afiliasi politik," tambah laporan itu.

Dikutip dari Xinhua, Rabu (11/4), semua korban memiliki sedikit, atau tidak memiliki, sumber daya ke perbaikan atau obat hukum, sementara anggota kelompok bersenjata menikmati kekebalan total.

Komisaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Al Hussein mengatakan laporan itu "menjelaskan bukan hanya pelecehan mengerikan dan juga pelanggaran yang dialami oleh warga Libya --yang dilucuti kebebasan mereka, tapi juga kengerian dan tindakan semena-mena akibat penahanan semacam itu, baik buat korban maupun keluarga mereka".

Hingga Oktober 2017, hampir 6.500 orang diperkirakan ditahan di penjara resmi yang diawasi oleh Pemerintah Libya, kata laporan tersebut.

Laporan itu menuntut semua orang yang ditahan secara semena-mena atau dengan cara melanggar hukum dipindahkan ke penjara resmi di bawah pengawasan efektif dan eksklusif negara bagian.

"Kegagalan untuk bertindak bukan hanya akan menimbulkan penderitaan lebih jauh atas ribuan orang yang ditahan dan keluarga mereka dan mengakibatkan makin banyak hilangnya nyawa. Itu juga akan merugikan bagi kestabilan, pembangunan perdamaian dan upaya perujukan," demikian peringatan laporan itu.[]

PBBTentara Libya

 

 

Baca Juga