Sabtu, 21 April 2018 -

 

 

Inflasi AS Meningkat Dorong Rupiah Rabu Pagi Dibuka Melemah

Ekonomi  -  Rabu, 11 April 2018, 10:28 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Petugas menghitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (14/3). Bank Indonesia menyatakan belum ada potensi level depresiasi nilai tukar rupiah mencapai Rp15.000 per dolar Amerika karena fundamental ekonomi Indon

SOKSINEWS.COM, Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) Rabu, (11/4) dibuka melemah.

Mata uang garuda dibuka melemah 8 poin menjadi Rp13.745/USD dibanding posisi sebelumnya Rp13.737/USD.

Kepala Riset Monex investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan bahwa dolar AS menguat menyusul ekspektasi pasar terhadap data inflasi Amerika Serikat meningkat.

"Dolar AS punya potensi melanjutkan penguatan jika data inflasi AS dirilis sesuai estimasi," kata Ariston Tjendra.

Ia menambahkan bahwa dolar AS juga masih ditopang sentimen kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Fed pada tahun ini. Masih terbukanya potensi kenaikan suku bunga akan membuat dolar AS terapresiasi.

Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan bahwa nilai tukar rupiah masih bergerak cennderung stabil seiring kemungkinan kembalinya investor asing ke pasar obligasi dan saham dalam negeri.

"Aksi investor asing itu setelah meredanya isu perang dagang pasca pidato Presiden Tiongkok Xi Jinping di konfrensi Boao yang mendinginkan suasana," kata Ahmad Mikail.

Di sisi lain, lanjut dia, naiknya penawaran investor terhadap obligasi negara di pasar perdana sebesar Rp37 triliun dari sebelumnya Rp35 triliun juga akan dapat menjadi katalis positif bagi rupiah.

"Rupiah kemungkinan masih akan bergerak di rentang Rp13.730-Rp13.780 per dolar AS," katanya.[]

RupiahDolar Amerika SerikatUSDAriston Tjendra

 

 

Baca Juga