Senin, 20 Januari 2020

 

 

Nasional

Kemkominfo Kirim SP II Tertulis Pada Facebook

Ahmad Fiqi Purba
Rabu, 11 April 2018 10:47 WIB

 Kemkominfo Kirim SP II Tertulis Pada Facebook
Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika. ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Selasa (10/4) mengirimkan surat peringatan tertulis kedua (SP II) kepada Facebook atas penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh pihak ketiga.

SP II yang ditandatangani Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan itu, memuat peringatan kembali kepada Facebook Indonesia untuk memberikan konfirmasi dan penjelasan mengenai penyalahgunaan data pribadi pengguna oleh aplikasi pihak ketiga yang menggunakan "platform" Facebook.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (11/4), Kementerian Kominfo meminta Facebook memastikan jaminan perlindungan data pribadi sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik.

Facebook sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) memiliki kewajiban memenuhi standar yang dimuat dalam Peraturan Menteri Kominfo Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Terkait aplikasi atau fitur yang dikembangkan oleh pihak ketiga, Kementerian Kominfo meminta Facebook segera memberikan hasil audit aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook.

Laporan tertulis hasil audit dibutuhkan untuk menakar dan mengukur potensi permasalahan yang timbul akibat aplikasi dan fitur yang dikembangkan mitra Facebook, termasuk bagaimana penggunaan data pribadi yang diambil oleh mitra Facebook.

Kementerian Kominfo menemukan informasi tambahan perusahaan yang modusnya diduga mirip Cambridge Analytica seperti CubeYou dan AgregateIQ.

Aplikasi dalam bentuk kuis dan tes kepribadian itu berpotensi digunakan untuk penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook.

Untuk itu, Kementerian Kominfo mendesak Facebook menutup aplikasi atau fitur kuis tes kepribadian yang berkaitan dengan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook Indonesia.

Ada pun Kementerian Kominfo sebelumnya telah memberikan surat peringatan pertama (SP I) pada 5 April 2018 yang isinya meminta Facebook menjamin perlindungan data pribadi, memberikan hasil rencana audit aplikasi dan fitur yang dikembangkan oleh mitra dan menutup aplikasi atau fitur kuis yang berhubungan dengan Kasus Cambrigde Anaytica.

Pemerintah telah menerima dua surat jawaban resmi dari Facebook atas tiga surat yang telah dikirimkan, tetapi Kementerian Kominfo menilai penjelasan dari pihak Facebook masih kurang memadai dan belum menyertakan data yang diminta oleh pemerintah Indonesia.

Akibatnya, langkah dan tahapan pematuhan terhadap legislasi dan regulasi dilakukan dalam melindungi hak-hak masyarakat.[]

Berita Lainnya

Omnibus Law Keamanan Laut, Mahfud MD: Bertambah Jadi 24 UU

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan hasil pemetaan regulasi yang harus . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Korban Kejahatan Seksual Pejabat Buton Utara Dapat Bantuan Psikolog

SOKSINEWS.COM, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Menko Polhukam Gelar Rapat Soal Pengamanan Laut

SOKSINEWS.COM, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menggelar rapat khusus terkait pengamanan wilayah . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

PPP Dukung Pansus Jiwasraya

SOKSINEWS.COM, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H. Arsul Sani yang juga Wakil Ketua MPR mengatakan partainya . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020

Polri: Ada 56 Pertanyaan Diajukan Penyidik Pada Novel

SOKSINEWS.COM, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan penyidik Komisi Pemberantasan . . .

Nasional Selasa, 07 Januari 2020