Minggu, 16 Juni 2019 -

 

 

Dinas Pertanian Tangerang Sesalkan Petani Mogok Tanam

Nasional  -  Rabu, 11 April 2018, 12:55 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi. Foto: beritabojonegoro.com

SOKSINEWS.COM, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, menyesalkan petani di Kecamatan Mauk melakukan mogok tanam karena keterbatasan air irigasi.

"Padahal instansi terkait sudah menjamin ketersediaan air menuju petak sawah," kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Tangerang, Mawardi Nasution di Tangerang, Rabu (11/4).

Dikutip dari kantor berita Antara, Mawardi mengatakan pihaknya mendapatkan laporan adanya petani mogok tanam dengan alasan masalah air, padahal hanya sebagian saja yang sawahnya kekurangan air.

Dia mengatakan padahal sawah yang lainnya mendapatkan pasokan air yang mencukupi dari sumber irigasi setempat.

Hal itu sehubungan petani di Kecamatan Mauk berhenti menanam meski musim tanam kedua tahun 2018/2019 telah dimulai awal April 2018.

Alasan lain adalah belakangan ini hasil panen menurun karena pasokan air dalam jumlah terbatas menyebabkan bulir padi tidak bernas.

Sedangkan pemerintah, katanya, telah melakukan subsidi terhadap pupuk dan benih unggul, ini harus dijalankan petani supaya ketahanan pangan lokal dapat dipertahankan.

Dia menambahkan pekan depan memanggil petugas Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Mauk untuk melakukan klarifikasi tentang petani berhenti menanam tersebut.

Menurut dia, petani tidak perlu berhenti menanam karena pasokan air irigasi dianggap sudah mencukupi yang bersumber dari Sungai Cisadane.

Namun pemanggilan kepala BPP tersebut untuk dapat menjelaskan secara terinci tentang penyebab berhenti tanam, hasil panen, pupuk, hama atau masalah lain yang dihadapi petani setempat.

Demikian pula belakangan ini petani setempat mengalami kendala permodalan untuk membeli pupuk dan benih sehingga harus meminjam ke tengkulak.

Sebelumnya, petugas BPP Kabupaten Tangerang, mengalami kendala menyangkut gerakan awal musim tanam serentak demi mencegah serangan hama tanaman padi.

Masalah itu karena petani menghadapi persoalan air yang tidak merata melalui saluran irigasi, jadi ditanam tidak bersamaan.[]

Dinas PertanianTangerang BantenPetaniIrigasi

 

 

Baca Juga