Selasa, 17 Juli 2018 -

 

 

Polda Sumut Periksa 18 Saksi Kasus Oknum Perwira Tembak Adik Ipar

Nasional  -  Jumat, 13 April 2018, 10:25 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut hingga Jumat telah memeriksa 18 orang saksi dalam kasus oknum perwira berpangkat kompol berinisial Fah (41) yang menembak hingga tewas adik iparnya. ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut hingga Jumat telah memeriksa 18 orang saksi dalam kasus oknum perwira berpangkat kompol berinisial Fah (41) yang menembak hingga tewas adik iparnya, Jumingan (33).

"Saksi berasal dari pihak keluarga pelaku penembakan dan tetangga yang mengetahui peristiwa tersebut," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Rina Sari Ginting, Jumat (13/4).

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu, menurut dia, untuk mengetahui apa penyebab pelaku menembak hingga tewas adik iparnya tersebut.

"Karena hingga kini, penyidik belum dapat mengetahui motif pembunuhan tersebut," ujar Kombes Pol. Rina yang pernah sebagai Kapolres Binjai.

Ia mengatakan bahwa tersangka Fah (41) telah menjalani pemeriksaan tes kejiwaan MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory). Tes ini dilakukan oleh dokter ahli jiwa Pusdokkkes Mabes Polri di sebuah ruangan Reskrimum Polda Sumut.

Sebelumnya, personel Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut mengamankan Fah (41) yang menembak hingga tewas adik iparnya bernama Jumingan (33) di kediamannya Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.

Fah saat ini bertugas sebagai sekretaris pribadi (sespri) di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebelumnya, Kompol Fah sebagai Wakapolres Lombok Tengah, Polda NTB.

Peristiwa penembakan terhadap korban Jumingan terjadi pada hari Rabu (4-4-2018) sekitar pukul 19.30 WIB.

Setelah kejadian tersebut, Fah menyerahkan diri beserta senjata apinya kepada Wakapolrestabes Medan.

Kasus penembakan tersebut sudah ditangani Ditreskrimum Polda Sumut dan telah memeriksa sejumlah saksi-saksi.

Petugas saat ini masih terus menyelidiki motif penembakan yang dilakukan oknum perwira Polri itu.

Polda Sumut juga telah mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata revolver, enam butir selongsong amunisi, dua butir proyektil utuh, empat butir pecahan proyektil, dan satu buah kartu senpi.

Pelaku penembakan tersebut dipersangkakan melanggar Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP.[]

Polda SumutPenembakanOknumPerwira

 

 

Baca Juga