Rabu, 21 November 2018 -

 

 

BNI Boyong Mitra Usaha Binaan Ikuti Pameran Produk Unggulan di ICPF 2018

Ekonomi  -  Senin, 16 April 2018, 09:13 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Gedung BNI. ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM,  PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk memboyong lima mitra usaha binaannya untuk mengikuti pameran produk unggulan berskala internasional, yaitu Indonesia Creative Product Festival (ICPF) 2018.

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (16/4), Sekretaris Perusahaan BNI Kiryanto mengatakan lima mitra usaha tersebut akan menembus pasar baru bagi produk - produk unggulannya yakni pasar Malaysia.

"Para mitra binaan BNI ini mendapatkan kesempatan luas untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka secara langsung kepada para calon pembeli dari Malaysia. Mereka dapat menggunakan gerai pameran sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan produknya," ujar Kiryanto.

ICPF 2018 diselenggarakan pada 13 April hingga 15 April 2018 di Putra World Trade Center, Tun Razak 4, Kuala Lumpur, Malaysia.

Mitra binaan, kata Kiryanto, perlu membuka pasar baru karena mitra binaan tidak hanya menghadapi tantangan dalam akses modal melainkan juga dalam membuka akses pasar yang belum maksimal.

Mitra yang diajak adalah Pertama, Fahaltex dari Tegal, Jawa Tengah; Kedua, Sulaman Ambun Suri asal Payakumbuh, Sumatera Barat; Ketiga, Galeri Tenun Ikat Dayak asal Pontianak, Kalimantan Barat; Keempat, Aneka Rendang Asese asal Padang, Sumatera Barat; Kelima, Olahan Lele buatan Karyadimeja asal Sleman, Jawa Tengah.

Fahaltex merupakan mitra binaan yang memproduksi Sarung Tenun Goyor, yaitu sarung yang berkualitas dan memiliki nilai seni tinggi. Proses pembuatan satu lembar kain membutuhkan 19 tahapan selama kurang lebih 15 hari. 

Proses pembuatannya rumit, membutuhkan ketekunan, ketelitian dan kesabaran untuk sampai menjadi selebar kain sarung yang layak jual. Fahaltex mempertahankan metode tenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) yang dioperasikan dengan tenaga manusia, sehingga, kualitas sarung goyor tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.

Sulaman Ambun Suri didirikan pada tahun 1975 oleh Hj Anisman Asri. Sejak tahun 2015 hingga sekarang, perusahaan ini dikembangkan oleh Ida Arleni selaku generasi penerus. 

Sulaman Ambun Suri adalah usaha yang secara komprehensif dan konsisten dikelola, dikemas, dan dipasarkan dengan mengetengahkan keanekaragaman sulaman & bordiran khas Sumatera Barat (Minangkabau).

Sementara itu, Galeri Tenun Ikat Dayak yang berkembang di Kota Pontianak, Kalimantan Barat dibangun dengan dasar pemberdayaan masyarakat penenun, khususnya kaum perempuan Dayak untuk melestarikan budaya menenun. Produk-produk yang dihasilkan berupa fashion, aksesoris, kain dan syal tenun serta aksesoris rumah tangga.

Mitra binaan penghasil Aneka Rendang Asese yang didirikan di Padang, Sumatera Barat pada 23 Maret 2003 awalnya hanya membuat rendang sesuai pesanan, namun seiring berjalannya waktu rendang Asese sering menerima orderan dan mulai mendaftarkan perizinan Industri Rumah Tangga (IRT).

ASESE telah memproduksi delapan jenis rendang yang telah mendapatkan sertifikat SNI serta produk olahan lainnya. Bahan baku ASESE berasal dari prosuk lokal dengan mutu prima, ditangani dan diproduksi dengan cara pengolahan yang baik sesuai Pedoman Teknis Pengolahan rendang.

Rumah Produksi Karyadimeja adalah produksi lauk kering siap saji yang lezat & bergizi. Bahan baku didatangkan dari hasil budidaya lokal Sleman yaitu ikan lele. Karyadimeja memberikan nilai tambah agar ikan lele-nya dapat disimpan lebih lama. Untuk proses produksinya Karyadimeja mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga, dengan harapan dapat meningkatkan ketrampilan dan pendapatan. Pemasaran produk Karyadimeja dilakukan melalui media daring.

Turut hadir pada acara penutupan ICPF 2018,Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno serta Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN RI Hambra Pimpinan.[]
 

BNIICPF 2018Pameran

 

 

Baca Juga