Rabu, 18 Juli 2018 -

 

 

Legislator Riau Minta Kemendag Serius Selesaikan Persoalan Produk Ilegal

Nasional  -  Senin, 23 April 2018, 14:44 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi Produk Ilegal. Hallo Riau

SOKSINEWS.COM, Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Riau meminta tim dari Kementerian Perdagangan tidak sekadar melaksanakan tugas rutin di daerah yang sudah diprogram, tetapi lebih serius menyelesaikan permasalahan produk ilegal di wilayah tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepri Hotman Hutapea ketika dihubungi dari Tanjungpinang, Senin (23/4), mengatakan bahwa permasalahan produk ilegal, baik berupa makanan dan minuman kalengan, rokok, barang elektronik, maupun suku cadang kendaraan, tidak dapat hanya diselesaikan dari hulu atau dari hilir.

"Nanti akan kelihatan hasilnya apakah tim Kemendag ini serius atau hanya sekadar melaksanakan tugas," katanya.

Menurut dia, kegiatan mereka positif dan berdampak baik bagi masyarakat dan pemerintah di Kepri jika pelaksanaannya secara terpadu, terukur, dan sistematis.

Hotman mengemukakan bahwa penanganan permasalahan produk ilegal tidak hanya di darat, tetapi harus di pintu masuk dan jalur distribusi lainnya. Selama ini, produk ilegal yang merugikan konsumen dilarang tetapi mudah ditemukan di pasar.

"Artinya, produk ilegal itu berhasil menembus pintu masuk di Tanjungpinang, Batam, Karimun, Lingga, Bintan, Natuna, dan Anambas," katanya, dikutip Antara.

Jika hanya ditangani di hulu, kata Hotman, setelah tim itu datang, produk ilegal itu akan kembali dijual.

Permasalahan yang terjadi selama ini, katanya lagi, akar permasalahannya tidak ditangani dengan baik sehingga produk ilegal itu dijual bebas sejak dahulu," singgungnya.

Hotman mengingatkan tim Kemendag tidak buang energi melaksanakan tugas tersebut sebab banyak pelabuhan ilegal di Kepri. Salah satu keunikan di Kepri adalah pelabuhan ilegal dengan aktivitas yang masih berjalan.

"Dikatakan unik karena pemerintah dan aparat yang berwenang di Kepri itu ada, bukan tidak ada. Akan tetapi, pelabuhan ilegal itu tetap ada. Siapa yang salah? Konsumen yang menderita akibat produk ilegal," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri Burhanuddin mengatakan hal yang sama bahwa penyelesaian permasalahan produk ilegal harus terpadu, menyeluruh, dimulai dari hulu ke hilir atau sebaliknya.

"Yang penting harus diselesaikan sampai ke akar-akarnya, tidak setengah-setengah, sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga," ujarnya.

Burhanudin mengatakan bahwa Disperindag Kepri hanya dapat mengawasi produk yang dijual di pasaran tetapi tidak berhak mengetahui isinya. Sementara itu, izin produk impor diberikan oleh kementerian terkait.

"Jalur distribusi dan pintu masuk harus diawasi, jangan biarkan produk ilegal dijual bebas," katanya.

Senin sore, tim dari Kemendag bersama pihak kepolisian dan Disperindag Kepri akan melakukan sidak di sejumlah distributor, salah satunya distributor daging. Tim mengundang sejumlah jurnalis untuk ikut dalam sidak tersebut.[]
 

DPDRRiauKemendagProduk Ilegal

 

 

Baca Juga