Rabu, 18 Juli 2018 -

 

 

Menteri Rini Pastikan Pembangunan KCJB Pakai Kontruksi Terbaik

Ekonomi  -  Rabu, 02 Mei 2018, 13:37 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Pekerja beraktivitas di area "tunnel" 1 proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di kilometer 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta, Rabu (2/5). Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang memiliki panjang total alient 142,3 kilometer itu akan melalui

SOKSINEWS.COM, Menteri BUMN Rini Soemarno bersama President of China Railway Corporation (CRC) Lu Dongfu meninjau pengerjaan Proyek Inlet Tunnel Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang berada di Halim, tepatnya di KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

"Baik Pemerintah Indonesia, maupun Pemerintah China senantiasa memastikan dan menjaga kualitas pekerjaan konstruksi kereta cepat ini," kata Rini, di Halim, Jakarta, Rabu (2/5).

Inlet Tunnel 1 sepanjang 1.830 meter ini merupakan salah satu titik kritis dari total 16.375 m Tunnel yang akan dikerjakan selama 26 bulan.

Peninjauan ini untuk mendukung percepatan proyek KCJB sebagai salah satu dari proyek strategis nasional di Indonesia. Tak hanya Halim, para delegasi ini juga berencana mengunjungi sejumlah titik proyek KCJB hingga 4 Mei 2018.

Perkembangan pengerjaan Tunnel 1 meliputi pemadatan 2.700 m2 konstruksi jalan beton, menyelesaikan pembangunan jalan akses serta telah menyelesaikan pembangunan bengkel rebar.

Sehubungan dengan tingginya kompleksitas dalam pengerjaan Tunnel, maka pembangunan Tunnel 1 ini didukung oleh pekerja ahli China untuk memastikan teknis, keselamatan dan keamanan.

Sementara pekerja Indonesia akan terus mendampingi sebagai wujud alih tekhnologi, kemampuan dan pengetahuan sebagaimana yang telah disepakati dalam perjankian antara Indonesia-China mengingat ini kali pertama bagi Indonesia membangun tunnel untuk kereta cepat.

Di samping itu, pembebasan lahan proyek KCJB saat ini telah mencapai 64,2 persen dan akan segera dituntaskan seiring dengan percepatan pembangunan KCJB.

Kemudian dari 22 titik kritis yang ada pada pembangunan proyek KCJB, 14 titik diantaranya telah dilakukan site handover, sedangkan sisa 8 titik akan dilakukan pengambilalihan pada 3 dan 8 Mei 2018.

"Perkembangan pembangunan kereta cepat ini semakin menunjukan kemajuan yang baik. Pada saatnya nanti, proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," ujar Rini.

Tunnel yang akan ditinjau selanjutnya pada 3 Mei 2018 adalah Walini Tunnel, sekaligus mengunjungi beberapa fasilitas seperti batching plant, laboratorium, dan basecamp. Walini Tunnel akan dibangun sepanjang 608 meter, dengan kapasitas penggalian yang dirancang adalah 510.000 m3.

Pengerjaan yang saat ini sedang berlangsung di Walini Tunnel adalah penggalian lereng di sisi outlet dan telah selesai dengan total 57.000 m3.[]

Menteri BUMN Rini Soemarno KCB

 

 

Baca Juga