Minggu, 20 Mei 2018 -

 

 

Sebagian Nelayan Lampung Pilih Tak Melaut Jelang Ramadhan

Nasional  -  Selasa, 15 Mei 2018, 11:32 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi. Foto: ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Sebagian nelayan di Pulau Pasaran Kota Bandarlampung memilih tak melaut menjelang Ramadhan, sementara produksi ikan asin di pulau kecil itu juga turun volumenya karena minimnya pasokan ikan teri segar.

Menurut Mang Iwa, salah satu nelayan di Pulau Pasaran, Selasa (15/5), nelayan umumnya tak melaut menjelang bulan puasa, dan baru kemudian menangkap ikan di perairan Teluk Lampung sekitar seminggu setelah hari pertama bulan puasa.

"Sejak Sabtu saya sudah tidak melaut lagi, karena hendak melakukan ibadah puasa hari pertama bersama keluarga. Saya akan melaut lagi seminggu setelah hari pertama Ramadhan," katanya, seperti dilansir Antara.

Sementara itu, hasil pantauan menunjukkan sebagian besar usaha ikan asin di Pulau Pasaran menghentikan sementara pembuatan ikan asin, sehingga pulau itu terlihat lengang.

Ratusan pekerja harian selalu memadati Pulau Pasaran untuk membantu produksi ikan teri segar menjadi teri asin, seperti menjemur dan menyortir ikan, kemudian mengepaknya untuk selanjutnya dikirimkan ke pembeli.

Dalam kondisi normal, Pulau Pasaran dalam sehari bisa memproduksi ikan asin berkisar 20-30 ton, yang umumnya dipasok ke Jakarta dan daerah lainnya.

Produksi ikan teri asin di Pulau Pasaran Kota Bandarlampung turun sehubungan minimnya pasokan teri segar dari nelayan yang menangkap ikan di Teluk Lampung, seperti di perairan Gunung Anak Krakatau, dan Legundi.

"Harga teri nasi sekarang mencapai Rp95.000- Rp100.000/kg, padahal pekan lalu masih Rp85.000/kg," kata Rion, salah satu perajin ikan asin setempat.

Selain itu, harga teri jengki atau buntio juga naik menjadi Rp75.000/kg, padahal pekan lalu masih Rp60 ribu/kg.

Ia menyebutkan mutu ikan teri sedang kurang bagus, karena kualitasnya bahan bakunya juga sedang kurang baik.

"Harga ikan naik karena pasokan sedikit. Banyak nelayan tak melaut, begitu juga nelayan bagan," katanya.

"Kita mendapatkan ikan teri segar dari nelayan payang, tidak ada nelayan menangkap ikan di bagan karena terkait faktor cuaca," kata Nyonya Sarnoto, salah satu perajin ikan asin lainnya.

Para nelayan bagan tak melaut dengan kondisi cuaca seperti sekarang, karena hasil yang didapatkan tak sebanding dengan biaya operasional dan risiko keselamatan nelayan.

Pulau Pasaran adalah pulau kecil seluas sekitar 12 ha yang lokasinya dekat dengan pesisir Telukbetung Bandarlampung. Hampir seluruh penduduknya menggeluti usaha ikan asin, yang keahlian itu diperoleh secara turun-temurun.[]


 

NelayanBengkuluRamadhan

 

 

Baca Juga