Minggu, 19 Agustus 2018 -

 

 

Jokowi Pinjam Kutipan Buya Hamka Ingatkan Masyarakat Akan Ancaman Kemunduran Negara

Nasional  -  Senin, 21 Mei 2018, 14:51 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Presiden RI Joko Widodo

SOKSINEWS.COM, Presiden RI Joko Widodo meminjam kutipan Buya Hamka untuk mengingatkan masyarakat akan ancaman kemunduran negara karena kemunduran budi dan kekusutan jiwa.

Presiden di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (21/5) menilai kondisi bangsa saat ini yang sering terbawa hasutan dan isu tidak benar, apalagi mendekati tahun politik mulai terlihat seperti gambaran Buya Hamka tersebut.

Presiden mengatakan itu saat meresmikan gedung sekolah SMP, SMA, dan rumah susun di Pondok Pesantren Modern Prof Dr Hamka II, Padang.

Menurutnya masyarakat harus berfikir positif dan tidak mudah termakan isu supaya tidak menghabiskan energi dengan adu argumen yang tidak produktif, karena berpotensi memundurkan negara.

Isu seperti seperti presiden adalah PKI atau anak pengusaha China Singapura masih tetap ada menjelang pemilu, padahal itu tidak benar.

Ia mengimbau agar kecenderungan berpikir negatif yang masih ada di tengah masyarakat saat ini harus dihindari dan diubah untuk mengedepankan pikiran positif untuk kemajuan bangsa.

Dalam kunjungan ke Sumbar itu, Presiden meresmikan gedung SMP, SMA dan rumah susun di Pondok Pesantren Modern Prof. Dr. Hamka II di Jalan Palarik, Kecamatan Koto Tengah, Padang.

Pembangunan dilakukan atas perintah presiden pada Kementerian PUPR sejak setahun lalu dan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong pesantren sebagai pusat pengembangan karakter bangsa.

Rumah susun tiga tingkat tersebut dilengkapi dengan 108 unit tempat tidur bertingkat dan 108 unit lemari pakaian yang terbuat dari kayu.

Rumah susun ini dibangun dengan tipe barak. Setiap lantai terdiri atas unit-unit berukuran kecil sebanyak 14 unit yang dapat menampung 28 santri, dan dua unit besar yang dapat menampung 44 santri, sehingga setiap lantai dapat diisi oleh 72 santri. Dengan adanya tiga lantai untuk rumah susun tersebut, total dapat ditampung 216 santri.

Nama pondek pesantren itu diambil dari tokoh bangsa asal Sumbar, Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah yang memiliki nama pena Hamka.

Ia lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam 17 Februari 1908 dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun.

Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Ia melewatkan waktunya sebagai wartawan, penulis dan pengajar.

Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar.

Namanya juga disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.[] 

PresidenJoko Widodo

 

 

Baca Juga