Senin, 22 Oktober 2018 -

 

 

Bertindak Represif, PB HMI: Kapolri Harus Evaluasi Kinerja Kepolisian

Nasional  -  Jumat, 25 Mei 2018, 22:28 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Demo HMI Cabang Ambon terkait polemik kebangsaan yang terjadi. Foto:Istimewa

SOKSINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) meminta Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian evaluasi kinerja aparat kepolisian yang bertindak represif dalam mengahadapi aksi demonstrasi mahasiswa.

"Tindakan respresif yang di gunakan oleh pihak kepolisian terlampau berlebihan, dan cenderung mengkebiri kebebasan berpendapat warga negara," ujar Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi PB HMI Fauzi Marasabessy melalui keterangan tertulisnya yang diterima  di Jakarta, Jumat (25/5).


Ia juga menjelaskan, sebagaimana yang tertuang dalam pasal 13 UU No. 2 Tahun 2002 tentang tugas pokok kepolisian Republik Indonesia adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terhadap masyarakat.


"Ada mekanisme dalam UU yang kerap di abaikan oleh aparat, sehingga pola penanganannya tidak sesuai dengan tugas pokok yang termaktub dalam sistem perundang-undangan ," papar Fauzi.


Menurutnya, aksi demonstrasi merupakan manifestasi dari kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat di depan umum. 


"Aksi yang dilakukan oleh HMI Cabang Ambon tidak anarkis ataupun mengganggu ketertiban umum, sehingga tidak ada alasan bagi pihak kepolisian untuk bertindak represif terhadap masa aksi," ungkapnya.


Fauzi meminta kepada kepala kepolisian republik Indonesia (Kapolri) untuk mengevaluasi kinerja aparat secara maraton, karena kejadian serupa telah terjadi di beberapa titik.


"Harapan kami sungguh besar terhadap aparat kepolisian, supaya kedepan semakin baik kinerjanya. Maka penting untuk pak Kapolri melakukan evaluasi terhadap seluruh anggota kepolisian yang bertugas menangani masa aksi," tukasnya.


Seperti diketahui, HMI Cabang Ambon menggelar aksi demonstrasi pada, Jumat(25/5) pagi. Masa aksi mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari pihak kepolisian Republik Indonesia dan berujung ricuh.[]

 

 

Baca Juga