Senin, 18 Juni 2018 -

 

 

Pertamina Pastikan Armada Motorist BBM Siap Layani Pemudik di Kemacetan

Ekonomi  -  Kamis, 07 Juni 2018, 10:35 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Personil satgas BBM menata BBM kemasan di atas motor di kios Pertamina di rest area Kertasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (2/6). ANTARA FOTO

SOKSINEWS.COM, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan armada motorist bahan bakar minyak siap melayani pemudik di tengah kemacetan.

"Jumlah armada yang kami siapkan sebanyak 200 unit yang tersebar di 160 titik," kata Manajer Unit Komunikasi dan CSR PT Pertamina (Persero) MOR IV Jawa Tengah dan DIY Andar Titi Lestari di Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/7).

Ia mengatakan armada sepeda motor pembawa BBM tersebut akan ditempatkan di area kios pertamax. Oleh karena itu, ia mengimbau para pemudik tidak perlu khawatir terkait suplai BBM pada saat macet.

"Meski demikian, dari koordinasi kami dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian, armada ini hanya akan beroperasi ketika kondisi jalan macet. Jika kondisi jalan masih padat merayap kami tetap tidak boleh beroperasi karena berpotensi menimbulkan kemacetan," katanya, seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan armada sepeda motor pembawa BBM tersebut hanya akan dioperasikan di jalan tol. Untuk jarak antararea kios pertamax sekitar 10-14 km.

"Oleh karena itu, pengemudi bisa cepat terjangkau oleh kami karena jaraknya yang tidak terlalu jauh," katanya.

Meski demikian, ia tetap mengimbau pemilik kendaraan untuk mengisi tangki penuh sebelum memulai perjalanan mengingat pelayanan motorist hanya bersifat darurat.

Untuk Jalan Tol Solo-Kertosono area kios pertamax berada di parking bay km 482 B, rest area temporary km 519 B, km 591 A, km 538 A, dan km 538 B.

Sebelumnya, ia mengatakan, Pertamina menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 30 persen untuk gasoline yaitu premium dan pertamax series, yaitu dari 11.394 kiloliter (KL) menjadi 15.514 KL.

"Gasoil yaitu solar, bio solar, dan pertamina dex series kami prediksikan akan mengalami penurunan sekitar 10 persen dari normalnya 5.740 KL menjadi 5.166 KL karena penurunan aktivitas pengiriman dan pembatasan angkutan barang," katanya.[]

PertaminaMotoristBBM

 

 

Baca Juga