Jumat, 14 Desember 2018 -

 

 

Survei: Elektabilitas Ganjar Terganjal Dugaan Keterlibatan Kasus e-KTP

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018, 23:33 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

SOKSINEWS.COM, Dugaan keterlibatan Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kasus mega korupsi e-KTP ternyata sangat mempengaruhi elektabilitasnya untuk maju kembali dalam kontestasi politik lima tahunan itu.

Diketahui, fakta persidangan dengan terdakwa Setya Novanto menyebut dirinya sempat memberikan fee proyek e-KTP sebesar 500 ribu USD pada Ganjar. 

Hal ini membuat Ganjar beberapa kali harus dipanggil penyidik KPK terkait kasus tersebut. Meski kerap kali membantahnya, Ganjar tetap juga melakukan beberapa pemeriksaan untuk beberapa tersangka, yang terbaru adalah untuk politisi Golkar Markus Nari. 

Hal ini jelas berbeda dengan pesaingnya yakni Sudirman Said. Walaupun ia juga bersentuhan dengan Setya Novanto, tetapi Sudirman justru telah mengungkap tentang kasus 'papa minta saham Freeport' yang melibatkan Setya Novanto dan Petinggi Freeport yang berujung pada mundurnya politisi Golkar itu dari posisinya sebagai Ketua DPR RI pada akhir 2015 lalu. 

Kasus ini juga sempat membuat Sudirman Said juga dicopot dari Kabinet Joko Widodo karna dianggap telah berani membuka skandal besar. 

Kedua fenomena ini dianggap menarik untuk diteliti, soal bagaimana suara masyarakat terkait Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sebagai tokoh utama yang akan berlaga di Pilkada Jawa Tengah 2018.

Hal inilah yang dilakukan Lembaga Kajian Politik dan Sosial Masyarakat Jawa (LKPS-Masyarakat Jawa) untuk melakukan penelitian dan jajak pendapat masyarakat Jawa Tengah terhadap kedua tokoh tersebut.

Hasil survei ini menunjukan, bahwa masyarakat Jawa Tengah sangat menginginkan pemimpin yang jujur dan bersih serta tidak terindikasi mencuri uang negara.

"Dari jumlah masyarakat yang dilibatkan dalam survei, mayoritas memilih pasangan Sudirman Said - Ida Fauziyah, dengan alasan bersih dari kasus korupsi," ujar Direktur Kajian Bidang Politik Jawa, LKPS-Masyarakat Jawa, Tubagus Alvin S.Pol, dalam keterangan persnya, Sabtu (23/6).

Hal ini didukung pula dengan pandangan masyarakat Jawa Tengah, yang secara kultur menegaskan bahwa pemimpin harus jujur dan bisa dijadikan suri tauladan bagi masyarakat.

"Sudah dipastikan kekalahan Ganjar Pranowo disebabkan karena terpaan pemberitaan dan fakta persidangan atas pengakuan Setya Novanto dan Muhammad Nazarudin soal keterlibatannya menerima fee proyek e-KTP," tambahnya.

Sementara itu, pasangan Ganjar, yakni Taj Yasin juga dinilainya tidak bisa banyak membantu meningkatkan elektabilitas dari jaringan NU, sebab yang di dukung oleh NU adalah Cawagubnya Sudirman Said, Ida Fauziyah.

"Hasil survei menunjukkan, sebanyak 89,6 persen mengatakan Sudirman Said adalah tokoh yang bersih dari Korupsi bahkan berani membongkar 'Skandal Korupsi'. Sementara hanya 52,3 persen Yang mengatakan Ganjar Pranowo bersih dari korupsi," paparnya.

Selain itu, lanjut Alvin, ketika responden ditanya apakah percaya jika Ganjar Pranowo terlibat kasus e-KTP seperti pengakuan Setya Novanto dan Nazarudin? Hampir 80,9 persen percaya dan sebanyak 19, 1 persen tidak percaya.

"Begitu juga dengan pertanyaan, "Jika Pilkada Jawa Tengah digelar pada hari ini siapa yang akan bapak-ibu pilih antara Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sebagai Gubernur Jawa Tengah? Secara spontan 50,8 persen responden mengaku akan memilih Sudirman Said sebagai Gubernur Jawa Tengah dan sebanyak 40,7 persen memilih Ganjar Pranowo sebagai Gubernur. Sisanya 8,5 persen tidak menjawab," jelas Alvin. 

Ia menjelaskan, alasan dari 51,3 persen yang memilih Sudirman Said, karena ingin Jawa Tengah dipimpin oleh tokoh yang tidak tersandera oleh kasus korupsi besar seperti kasus e-KTP

"Sementara yang 43,8 persen memilih Ganjar Pranowo beralasan jika Ganjar terlibat kasus e-KTP maka masih ada wagubnya yang akan menggantikannya," kata dia. 

Sebagai informasi, dalam penelitian ini, LKPS-Masyarakat Jawa menggunakan metode jajak pendapat dengan cara wawancara dan kuisioner kepada 2.220 warga Jawa Tengah yang terpilih secara proposional dan tersebar di 35 Kabupaten/ Kota. 

"Responden ditentukan dari populasi DPT Pilkada 2018 sebanyak 27.068.125 orang. Penelitian ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error -/+ 2,08 persen dengan tingkat kepercayaan 95% yang dilaksanakan mulai tanggal 7 - 20 Juni 2018 lalu," tutupnya.[]

Pilkada Serentak 2018Jawa TengahGanjar PranowoKorupsie-KTP

 

 

Baca Juga