Jumat, 20 Juli 2018 -

 

 

COPS: Baru 67,8 Persen Warga Jabar yang Mendapat Undangan ke TPS

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018, 23:40 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi

SOKSINEWS.COM, Lembaga survei Center Opinion Public Survey (COPS) melakukan jajak pendapat untuk empat calon gubernur - wakil gubernur Jawa Barat untuk mengetahui pilihan masyarakatnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 27 Juni 2018 mendatang.

Sebagai informasi, survei ini digelar sejak tanggal 12 sampai 22 Juni 2018 lalu. Sampel yang digunakan dalam survei ini adalah 1225 masyarakat Jawa Barat, yang mana sebanyak 85,7 persen sudah mengetahui adanya Pilgub Jabar.

Direktur COPS, Ziyad Falahi mengatakan, sebanyak 1225 orang warga Jawa Barat menyatakan baru 67,8 persen yang baru mendapatkan undangan ke Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk melakukan Pilkada. 

"Dari hasil survei yang dilakukan lembaga kami, sebanyak 80,7 persen mengharapkan pemimpin Jawa Barat yang bisa lebih memberikan kemajuan ekonomi bagi masyarakat," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (23/6).

Ziyad menyebut, fakta mencengangkan muncul ketika 55,4 persen mengetahui keempat pasangan calon tersebut dan 44,6 persen tidak tahu sama sekali.

"Hal ini menjawab kalau ada ketidakjujuran dari berbagai lembaga survei yang menempatkan keempat paslon memiliki popularitas di atas 60 persen," ungkap dia.

Selain itu, sebanyak 55,4 persen masyarakat Jawa Barat mengaku mengetahui nama dan nomor urut keempat paslon Gubenur-Wakil Gubernur Jawa Barat. Ziyad mengatakan, mayoritas dari mereka lebih dominan memilih pasangan Sudrajat- Ahmad Syaikhu (Asyik). 

"Hasil survei menunjukkan, sebanyak 32,7 persen memilih Sudrajat-Ahmad Syaikhu dengan alasan Sudrajat tegas, jujur, pintar, dan punya kemampuan dan asli Sunda. Kemudian di urutan kedua sebanyak 24,7 persen memilih pasangan Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi dengan alasan keduanya dikenal sering muncul di televisi, kemudian Deddy Mulyadi karena satu-satunya tokoh yang banyak mengembangkan ajaran Sunda Wiwitan," paparnya.

Sementara itu, lanjut dia, pasangan TB Hasanuddin- Anton Charliyan dipilih sebanyak 20,8 persen karena keduanya didukung oleh PDIP yang juga merupakan pendukung Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama pada Pilgub DKI Jakarta lalu. 

"Juga pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dipilih sebanyak 17,9 persen. Elektabilitas keduanya menurun drastis karena diduga terlibat kasus korupsi BCCF, dan yang tidak memilih 3,9 persen," demikian Ziyad.[] 

Pilkada Serentak 2018 Jawa Barat COPS Gubernur

 

 

Baca Juga