Jumat, 20 Juli 2018 -

 

 

Harapan Milton-Boyman Menangkan Pilgub Kalbar Diprediksikan Akan Berjalan Mulus

Nasional  -  Sabtu, 23 Juni 2018, 23:48 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Pasangan calon (Paslon) Gubernur Kalimantan Barat, Milton Crosby-Boyman

SOKSINEWS.COM, Pasangan calon (Paslon) Gubernur Kalimantan Barat, Milton Crosby-Boyman Harun dinilai akan berjalan mulus untuk memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 ini.

Hal ini diungkapkan oleh Lembaga Survei Masyarakat Borneo (LSMB) saat memaparkan hasil surveinya mengenai siapa yang akan dipilih masyarakat pada Pilgub Kalbar nanti.

Direktur Eksekutif LSMB, Christianus Alvin menyampaikan, hal ini dilihat dari beberapa hasil penelitian lembaga survei, dimana paslon Milton-Boyman selalu unggul dari kandidat lainnya.

"Mereka berada di urutan pertama. Disusul dengan paslon Karolin dan Gidot, yang menempati urutan kedua. Dan terakhir ditempati paslon nomor urut buncit, yakni Sutarmiji dan Norsan," ujar Christianus, Sabtu (23/6).

Ia menjelaskan, survei ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran hasil pilihan masyarakat, apabila pilgub Kalbar dilaksanakan saat ini. Responden yang dipilih adalah mereka yang proposional dengan jumlah DPT sebanyak 3.448.653 pemilih, dengan margin of error sebesar 2,25% dan tingkat kepercayaan sebesar 95%, dengan jumlah responden yang dibutuhkan sebanyak 1.896 pemilih.

Tehnik penyebaran responden dilakukan dengan cara multistage random sampling. Dengan jangka waktu 10 hari yaitu mulai tanggal 12-21 Juni 2018, hal itu mengingat medan yang cukup sulit, dan cakupan wilayah yang luas.

"Hasilnya, pasangan nomor urut satu, Milton Crosby-Boyman Harun, memperoleh 52,20% suara responden. Disusul oleh pasangan nomor 2, Karolin Margaret-Suryadman Gidot, memperoleh 22,20%, pasangan nomor 3, Sutarmidji-Ria Norsan hanya 17,40% dan tidak mencoblos alias golput 8,20%," paparnya.

Untuk posisi tingkat keterpilihan paslon di Kalbar, lanjut Christianus, seringkali dipengaruhi oleh suku dan agama, hal itu justru membuat kondisi Kalbar sempat memanas.

"Namun hal ini segera direspon dengan cepat oleh pihak kepolisian dengan dilakukan komitmen pilgub damai, yang dilakukan oleh ketiga paslon," ujar dia.

Ia mengungkapkan, kondisi Kalbar dengan sejarah benturan antar suku jauh sebelum tahun 2018 menjadikan masyarakat Kalbar sadar atas pentingnya persatuan dan kesatuan, karena masyarakat merasakan langsung kerugian ekonomi dan sosial yang ditimbulkan apabila konflik yang pernah terjadi, kembali terulang.

"Kondisi tersebut tergambarkan dari pernyataan para responden saat ditanya alasan mengapa memilih paslon nomor urut satu. Mereka menilai, pasangan Milton dan Boyman merupakan perpaduan yang serasi, antara Dayak dan Melayu, juga Kristen dan Islam," ujarnya.

Tidak heran, katanya, jika paslon ini berhasil menggerus elektabilitas dari dua paslon lainnya. Selain itu, model politik dinasti hari ini tampaknya juga tidak lagi disukai masyarakat Kalbar.

"Masyarakat Kalbar tidak banyak yang memilih paslon Karolin dan Gidot. Karena hal itu dapat menjadi parameter tingkat demokrasi semakin tinggi di Kalimantan Barat. Bahkan etika dan moral calon pemimpin kerapkali dijadikan alasan mengapa paslon Karolin dan Gidot banyak tidak disukai responden, hal tersebut terkait dengan video porno cagub itu yang sempat tersebar luas," urainya.

Sementara kondisi keterpilihan yang rendah juga dialami paslon nomor urut 3, Sutarmiji dan Norsan. Christianus menduga paslon ini tidak mewakili kebhinekaan di Kalimantan Barat.

"Selain itu, dugaan keterlibatan Sutarmiji dalam kasus korupsi alat kesehatan juga menjadi alasan selanjutnya kenapa masyarakat tidak memilihnya," bebernya.[]

Pilkada Serentak 2018 Kalimantan Barat Survei Milton Crosby Boyman Harun

 

 

Baca Juga