Rabu, 14 November 2018 -

 

 

Survei Puskopi Sebut 33,9 Persen Masyarakat Jabar Pilih Pasangan Asyik

Nasional  -  Selasa, 26 Juni 2018, 11:44 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Pasangan calon nomor urut 3 yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu atau pasangan Asyik

SOKSINEWS.COM, Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang jatuh pada esok hari, Pusat Kajian Opini Publik (Puskopi) kembali merilis hasil polling masyarakat Jabar, dimana diketahui hingga kini baru 69,9 persen warga yang mendapatkan surat undangan ke TPS.

“Jika sampai H-1 tidak mencapai 100 persen, ada kemungkinan Pilkada Jawa Barat berpotensi kecurangan. Seharusnya H-7 sudah mencapai di angka 90 persen distribusi kartu suara,”kata Koordinator Data Polling Puskopi, Andre Gunawan dalam keterangannya yang diterima pada Senin (25/6) kemarin.

Puskopi, kata Andre, dalam polling ini turut melibatkan 1.769 warga Jawa Barat yang memiliki hak pilih yang secara proporsional, peserta polling tersebar sesuai jumlah besaran prosentase DPT di setiap Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

“Survei yang digelar pada tanggal 17 Juni hingga 23 Juni 2018 tersebut memiliki Margin of Error sebesar -/+ 2,33 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, dengan metode multistage random sampling," ujarnya.

Andre pun menjelaskan hasil pollingnya ketika responden ditanyakan soal pasangan Gubernur-Wakil Gubernur yang akan dipilih jika Pilkada digelar hari ini.

"Hasilnya, dari 1.769 responden ternyata 33,9 persennya mengaku akan memilih pasangan calon nomor urut 3 yaitu Sudrajat -Ahmad Syaikhu atau pasangan Asyik. Sementara di urutan kedua pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapat dukungan sebanyak 29.3 persen, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebanyak 23,3 persen dan pasangan yang diusung Partai PDI-Perjuangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan hanya dipilih sebanyak 10,7 persen. Dan sisanya sebanyak 2.8 persen tidak menjawab,” jelas dia.

Dengan demikian, Andre menilai, dalam beberapa hari ke depan sudah dapat dipastikan bahwa hasil polling lembaganya ini tak akan berbeda jauh dengan hasil yang muncul pada penghitungan hasil Pilkada nanti.

“Namun tetap saja, pasangan Asyik tidak boleh lengah, karena potensi kecurangan Pilkada di Jawa Barat sangat dimungkinkan terjadi. Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi pun tidak boleh dianggap remeh, karena masih selisih di bawah 5 persen dengan pasangan Asyik," katanya.

Sementara itu, kata dia, untuk pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum, Andre memperkirakan akan sulit untuk menang, karena banyak isu negatif yang menimpanya, seperti isu dugaan keterlibatan dia dengan kasus korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung, yang diberikan kepada Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012 lalu sebesar Rp1,3 miliar, sebab saat itu dia menjabat sebagai Ketua BCCF.

“Selain itu, Ridwan Kamil juga terkena terpaan sebagai calon yang diusung oleh parpol yang mendukung ‘Penista Agama’, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” ungkap dia.

Tak berbeda jauh dengan nasib pasangan TB Hasanuddin - Anton Charliyan yang tampak memiliki tingkat keterpilihan paling rendah. Andre menilai, pasangan ini diterpa isu dari media sosial yang menyebut bahwa partai pengusungnya sama dengan partai yang mengusung Ahok.

“Dan Anton Charliyan Juga dikenal sebagai mantan Kapolda Jawa Barat yang pernah mentersangkakan Habib Rizieq. Tapi faktanya, kasus Habib Rizieq saat ini sudah di-SP3-kan,” demikian Andre.[]

Pilkada Serentak 2018 Jawa Barat Puskopi Polling

 

 

Baca Juga