Selasa, 16 Oktober 2018 -

 

 

PB HMI Nilai Akuisisi Bank Bukopin Merugikan Negara

Ekonomi  -  Rabu, 04 Juli 2018, 15:30 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Gedung Bank Bukopin. Foto/Istimewa

SOKSINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) soroti kredit macet PT. Bank Bukopin yang berpotensi mengalami kebangkrutan.

Bendahara Umum PB HMI Taufan Tuarita mempertanyakan, apakah benar  Bank Bukopin akan diakusisi oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

"Saya menduga Bank Bukopin sedang terlilit masalah akibat dari ktedit macet, namun apakah boleh Bank Negara seperti BNI memberikan suntikan untuk Bank Bukopin, "tanya Taufan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu(4/7/2018).

Bank Bukopin mencatatat penurunan laba sebesar 55% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 112 miliar. Penurunan laba ini disebabkan oleh tingginya rasio kredit bermasalah atau NPL yang mencapai 8,54 % atau naik 477bps dibandingkan tahun lalu.

"Sesuai dengan laporan yang diberikan oleh Bank Bukopin pada beberapa waktu lalu, memang benar, telah terjadi kredit macet di Bank tersebut, untuk itu kami ingin adanya kejelasan terkait kondisi Bank Bukopin saat ini," jelas Taufan.

Bendum PB HMI ini juga meminta kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan, Kementrian Keuangan dan pihak Bank BNI untuk menjelaskan terkait informasi yang beredar saat ini.

"Kami menuntut kepada pihak   yang berwenang untuk memberikan keteranganya kepada publik, karena ada indikasi negara mengalami kerugian yang cukup besar untuk menyelamatkan Bank Bukopin. Khawatirnya akan terjadi century jilid ll,"papar Taufan.

Seperti diketahui, saham Bank Bukopin sebagian besar dimiliki oleh PT Bosowa Group. Dan berpotensi melibatkan sejumlah petinggi negara.

"Karena ini adalah Bank lokal, yang sebagian besar sahamnya adalah milik pihak swasta. Kami ingin adanya keterbukaan, agar isu mengenai kerugian negara dapat terungkap ke publik," tegas Taufan.

PB HMIBank Bukopin

 

 

Baca Juga