Minggu, 18 November 2018 -

 

 

Misbakhun Soroti Pengalokasian Dana Pengembangan Biodiesel

Ekonomi  -  Rabu, 11 Juli 2018, 15:05 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. ISTIMEWA

SOKSINEWS.COM, Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyoroti pengalokasian dana terhadap pengembangan biodiesel yang seharusnya bisa disamakan dengan jumlah alokasi untuk komoditas lainnya seperti untuk kelapa sawit.

"Kami memperoleh data bahwa alokasi untuk biodiesel jumlahnya sangat besar. Apakah kemudian tidak lebih penting jika kita mengutamakan untuk pengalokasian untuk peremajaan kelapa sawit," kata Misbakhun dalam rilis, Rabu (11/7).

Menurut dia, pihaknya mengkritik pengalokasian dana terhadap biodiesel yang jumlahnya dinilai lebih besar dibandingkan dengan alokasi lainnya.

Untuk itu, politisi Partai Golkar tersebut menyatakan bahwa akan lebih baik bila dana itu digunakan untuk mendahulukan kepentingan masyarakat yaitu mengutamakan perkebunan kelapa sawit milik rakyat.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kandungan nabati pada bahan bakar biodiesel ditingkatkan menjadi 30 persen sebagai satu langkah menghadapi tekanan ekonomi global.

"Bapak Presiden menyampaikan untuk dikaji juga penggunaan biodiesel hingga 30 persen," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas membahas tekanan ekonomi global terhadap kurs rupiah dan ekonomi nasional yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7).

Menperin Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan meningkatkan konsumsi biodiesel sebesar 500.000 ton per tahun. Untuk itu, lanjutnya, Presiden juga meminta untuk segera dibuatkan kajiannya.

Selain itu, kata Menperin, dalam rapat juga diminta untuk mengkaji industri-industri nasional bisa meningkatkan utilisasinya seperti kilang minyak di Tuban, Jatim, sehingga bisa lebih banyak memasok kebutuhan petrokimia dan BBM domestik.

Airlangga mengungkapkan rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga membahas upaya untuk memperkuat perekonomian nasional, memberi ketenteraman industri nasional, dan meningkatkan iklim investasi.

"Beberapa catatan dari rapat tadi adalah bagaimana kita bisa meningkatkan ekspor dan juga melakukan optimalisasi terhadap impor, dan juga mengembangkan substitusi impor agar perekonomian semakin kuat," kata Airlangga[]
 

Mukhamad MisbakhunBBM Domestik

 

 

Baca Juga