Sabtu, 20 Oktober 2018 -

 

 

Kapolri Sebut Indonesia Berpotensi Pecah, Ini Alasannya

Nasional  -  Selasa, 17 Juli 2018, 12:52 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA

SOKSINEWS.COM, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Indonesia memiliki potensi untuk pecah karena besarnya kelas bawah dan belum mampu membangun kelas menengah yang sejahtera.

"Yang paling rawan adalah kita belum mampu membangun kelas menengah yang sejahtera, bukan karena agama, suku atau ras," ucap Kapolri dalam acara silaturahmi nasional dai kamtibmas di Jakarta, Selasa (17/7).

Selama 72 tahun Indonesia merdeka, tutur dia, pemerintah belum dapat menciptakan kelas menengah yang cukup baik secara ekonomi, cukup terdidik dan terlatih serta memiliki nalar dan rasional yang bagus lebih besar.

Dengan memiliki daya nalar, rasionalitas dan daya kritik, ucap Tito Karnavian, akan tercipta sistem sosial yang kuat.

Kapolri mencontohkan di Singapura, tingkat pengangguran nol persen sehingga terbangun kelas menengah yang besar dengan terpenuhi seluruh kebutuhan dasarnya dari makan dan minum, rumah dan sekolah dan tidak ada yang menjadi beban negara.

Sementara di Indonesia, menurut Kapolri masih piramida dengan dominasi kelas bawah, meski sudah berkurang. Masih banyak masyarakat yang kurang terdidik dan terlatih serta kesulitan secara ekonomi.

"Saya melihat kerawanan pecahnya Indonesia dari dalam ketika tidak mampu mengecilkan kelas bawah dan membesarkan kelas menengah. Sekarang masih piramida, dominasi kelas bawah," ucap dia, melansir dari Antara.

Ia menyayangkan apabila kaum muda yang akan menjadi bonus demografi tidak bekerja dan justru menjadi beban negara yang dapat menjadi masalah.

Prestasi terbaik Indonesia, dinilainya adalah tetap bersatu setelah 72 tahun merdeka dengan 714 suku berbeda serta 1.100 bahasa daerah dibandingkan Afghanistan yang hanya memiliki tujuh suku, tetapi perang saudara terjadi selama 40 tahun atau Uni Soviet yang pecah terbagi dalam beberapa negara.

"Kita tidak boleh terlena dengan kesatuan negara kesatuan Republik Indonesia ini," tutur Tito Karnavian.[]

KapolriJenderal Pol Tito Karnavian

 

 

Baca Juga