Rabu, 19 Desember 2018 -

 

 

Seorang Ibu Gelar Aksi Peringati Hari Anak Nasional Minta Penjahat Seksual Anak Dimatikan

Nasional  -  Senin, 23 Juli 2018, 14:14 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilustrasi

SOKSINEWS.COM, Seorang ibu rumah tangga menggelar aksi memperingati Hari Anak Nasional di depan Kantor Bupati Garut, Jawa Barat, Senin, sebagai bentuk protes karena pemerintah belum memperhatikan permasalahan anak, khususnya Garut dan minta agar pelaku kejahatan seksual terhadap anak dihukum mati. 

"Aksi ini atas nama saya sendiri dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional," kata Leni Marlinda ibu rumah tangga yang aksi sendirian di Kantor Bupati Garut.

Leni dengan celana kain samping dan kaos serta alas kaki sandal jepit menggelar aksi berjalan kaki dari kawasan perkotaan Garut kemudian tujuan akhir di Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan.

Ia dengan wajah dipoles bedak putih dan mewarnai bibirnya dengan lipstik merah sambil membawa karton bertuliskan tuntutan tentang hukuman berat bagi pelaku kejahatan anak dan menuntut pemerintah untuk memperhatikan nasib anak.

"Tuntutan kami kepada pemerintah untuk memperbaiki nasib anak-anak, dan hukum mati bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak," kata Leni.

Ia menyatakan aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas dan rasa prihatin terhadap berbagai persoalan yang menimpa anak-anak di Indonesia.

Leni sebagai bagian dari warga negara Indonesia memiliki tanggungjawab untuk memperjuangkan berbagai persoalan yang menimpa anak, terutama tentang hak-hak dasar anak di Indonesia.

"Saya bagian dari pemerintah, bagian dari negara, saya berhak memperjuangkan nasib anak-anak dengan menuntut pemerintah agar serius memperhatikan anak," katanya.

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Garut berdasarkan data yang dihimpunnya telah terjadi 20 kasus kekerasan terhadap anak mulai Februari hingga Juli 2018.

Menurut dia, angka kasus anak itu cukup memprihatinkan, ditambah dengan persoalan lain terkait kebutuhan pangan yang bergizi dan menyehatkan bagi anak-anak sulit didapat karena harganya mahal.

"Suatu yang memprihatinkan bangsa, padahal pemerintah menuntut anak itu harus cerdas, bagus, sehat tapi kenyataannya tidak sinkron, BBM dinaikan, beras naik, telur naik, tahu tempe saja mahal," kata Leni dengan nada kesal.

Ia berharap aksi sendirian itu dapat mewakili para kaum ibu-ibu dan menjadi contoh bagi perempuan muda agar berani bertindak untuk memperjuangkan hak anak-anak di Indonesia.

Leni juga berharap di akhir aksinya dapat menjalin kesepakatan dengan Bupati Garut Rudy Gunawan untuk komitmen mengatasi berbagai persoalan anak-anak di Garut.

"Jangan hanya kepalsuan, pemerintah harus buktikan dengan membuat perjanjian," kata Leni.

Aksi wanita berusia 28 tahun itu dilakukan di gerbang utama Kantor Bupati Garut dengan penjagaan petugas satpam kantor tersebut.

Aksi tersebut rencananya akan digelar sampai menjelang petang atau sampai ada kesepakatan dengan pemerintah dalam membangun komitmen menangani persoalan anak-anak.

Hari Anak NasionalGarutJawa Barat

 

 

Baca Juga