Rabu, 13 November 2019

 

 

Ekonomi Bisnis & Keuangan

Airlangga Hartarto Dorong Pelaku Industri di Indonesia Percepat Implementasi Revolusi 4.0

Ahmad Fiqi Purba
Jumat, 27 Juli 2018 14:57 WIB

Airlangga Hartarto  Dorong Pelaku Industri di Indonesia Percepat Implementasi Revolusi 4.0
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

SOKSINEWS.COM, Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia mempercepat implementasi revolusi industri 4.0 salah satunya menekankan aspek keberlanjutan yang ramah lingkungan serta memanfaatkan teknologi bersih dan efisien.

"Dengan melakukan itu tentu juga akan meningkatkan nilai merek perusahaan. Ini akan menjadi insentif bagi merek mereka sendiri," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik Coca Cola Amatil Indonesia di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (27/7).

Menurut dia, standar keberlanjutan atau "sustainability" merupakan satu dari 10 prioritas nasional yang didorong pemerintah dalam implementasi revolusi industri 4.0.

Dia menjelaskan sebagian besar industri salah satunya perusahaan yang bergerak di sektor makan dan minum di Indonesia telah menerapkan revolusi industri tersebut khususnya perusahaan yang getol melakukan kampanye ramah lingkungan.

Sedangkan industri lainnya, lanjut dia, secara bertahap akan mengimplementasikan terobosan itu yang tinggal melanjutkan industri 4.0 setelah melalui sistem otomatisasi dalam revolusi industri ketiga.

"Salah satu yang kelihatan di industri makan minum seperti Coca Cola kami bisa melihat efisiensi mendekati 98 persen. Oleh karena itu kami dorong di Bali apalagi ada keberlanjutan yang terkait mengoleksi sampah untuk daur ulang," katanya.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, korporasi itu juga berpartisipasi mendorong masyarakat peduli lingkungan termasuk kampanye bersih pantai dari sampah khususnya sampah plastik.

Kementerian Perindustrian mencatat sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar.

Pertumbuhan Industri Agro pada triwulan pertama tahun 2018 mencapai 8,34 persen dengan laju pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman mencapai 12,7 persen.

Sektor makanan dan minuman berkontribusi sebesar 35,39 persen terhadap PDB Industri Non-Migas.

Sedangkan pertumbuhan ekspor periode Januari-Juni tahun 2018 untuk industri makanan tumbuh sebesar 2,51 persen dan untuk industri minuman tumbuh sebesar 8,41 persen.[]

Berita Lainnya

Mendag Minta Pengusaha Ritel Inovatif Seiring Perkembangan Teknologi

SOKSINEWS.COM, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto meminta para pengusaha ritel untuk inovatif seiring dengan perkembangan . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Stok Bulog di NTT Capai 35.000 Ton

SOKSINEWS.COM, Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat hingga saat ini stok beras yang di sejumlah . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

BI: Nilai Ekonomi Syariah Indonesia Capai 80 Persen Dari PDB

SOKSINEWS.COM, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan nilai ekonomi Indonesia yang terkait dengan prinsip . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Dahana Akan Bangun Pabrik Bahan Peledak Di Timor Leste

SOKSINEWS.COM, PT Dahana (Persero) akan membangun pabrik penghasil bahan peledak di Timor Leste pada tahun 2020 mendatang. Presiden . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Bank Kalsel Cabang Kotabaru Diharapkan Tingkatkan Kinerja

SOKSINEWS.COM, Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan yang juga membidangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) . . .

Ekonomi Selasa, 12 November 2019