Senin, 20 Agustus 2018 -

 

 

Keluarga Brigadir Sanusi, Korban Salah Tembak Kapolsek Sudah Ikhlas

Nasional  -  Jumat, 03 Agustus 2018, 16:05 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ilulstrasi

SOKSINEWS.COM, Keluarga almarhum Brigadir Sanusi, korban salah tembak, telah ikhlas atas musibah kasus salah tembak Kapolsek Sampoabalo Iptu Suwoto yang mengakibatkan Sanusi meninggal dunia.

"Keluarga sudah ikhlas, karena ini memang musibah, tidak ada unsur kesengajaan," kata Kapolres Buton AKBP Andi Herman, saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (3/8).

Jenazah Brigadir Sanusi sudah dikebumikan pada Selasa (31/7) malam, tak lama setelah terjadi peristiwa itu.

Sebelumnya, pada Selasa (31/7) pagi, terjadi tawuran antarpelajar SMAN 2 Siontapina yang melibatkan pelajar dari dua desa.

Kemudian Kapolsek Sampoabalo Iptu Suwoto bersama empat orang anggotanya turun ke lokasi untuk menghalau massa tawuran.

Suwoto hendak memberi tembakan peringatan terhadap massa yang mengamuk, namun tembakan Suwoto meleset dan mengenai seorang anggotanya bernama Brigadir Sanusi.

"Saat itu, Kapolsek terjatuh dalam keadaan memegang senjata api revolver di tangannya. Saat Kapolsek bangun, dia melihat Brigadir Sanusi dalam keadaan jongkok sambil memegang kepala dengan bersimbah darah. Lalu kapolsek menolong korban dengan membawa korban ke puskesmas," katanya lagi.

Sanusi yang terluka di bagian kepala belakang akhirnya meninggal dunia, setelah dilarikan ke Puskesmas Siontapina.

Andi menambahkan, Polda Sulawesi Tenggara mengambil alih penanganan kasus ini.

"Kapolsek saat ini masih berada di Polres Buton dan diperiksa oleh penyidik Polda Sultra," katanya pula.

Kondisi Suwoto, menurut Andi, masih syok atas kelalaian perbuatannya.

Penyidik pun masih terus menyelidiki kasus ini termasuk memastikan posisi penembakan yang dilakukan Suwoto yang menyebabkan Sanusi tewas.[]

Brigadir SanusiAKBP Andi Herman

 

 

Baca Juga