Rabu, 24 Oktober 2018 -

 

 

Menkeu: Momentum Konsumsi Harus Dijaga Lima Persen

Ekonomi  -  Selasa, 07 Agustus 2018, 15:32 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (27/7). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye/18.

SOKSINEWS.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum konsumsi Rumah Tangga (RT) harus terus dijaga di kisaran lima persen agar pertumbuhan ekonomi domestik juga tetap berada di atas lima persen.

Menurut Menkeu, di Jakarta, Selasa (7/8), pertumbuhan konsumsi RT pada triwulan kedua 2018 lalu sebesar 5,14 persen merupakan angka yang cukup tinggi dan ia berharap akan terus berlanjut pada triwulan-triwulan berikutnya.

"Momentum untuk konsumsi kita harap bisa dijaga di atas lima persen, terutama ada perhelatan seperti Asian Games. Asian Games itu karena ada di kota besar, maka "consumption support"-nya akan signifikan," katanya saat jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Selain itu, lanjutnya, seiring tahun ajaran baru maka akan menimbulkan berbagai macam permintaan atas barang-barang yang berhubungan dengan anak sekolah. Hal tersebut juga diharapkan akan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.

"Jadi masih 'seasonal', tapi di sisi lain pemerintah juga tetap menjaga inflasi rendah sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," katanya.

Menkeu menilai, pertumbuhan konsumsi masyarakat salah satunya disumbangkan oleh inflasi yang konsisten rendah. Ia menyebutkan ini sudah tahun keempat laju inflasi relatif rendah di kisaran 3 hingga 3,5 persenan.

Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga inflasi, terutama pada semester kedua tahun ini di mana dengan adanya pelemahan Rupiah yang berpotensi membuat barang-barang impor mengalami peningkatan harga.

"Kita akan tetap bersama Bank Indonesia menjaga dari sisi 'administered price"-nya, dari sisi makanan dan barang-barang produk yang dijaga oleh pemerintah. Dari sisi BI yaitu dari sisi kebijakan moneter, bagaimana jumlah uang beredar tetap bisa di-balance dengan permintaan. Ke depan, kita tetap akan berusaha supaya daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Sri Mulyani.

Kendati demikian, ia juga menyebut bahwa peningkatan konsumsi masyarakat sendiri merupakan suatu hasil dari berbagai macam kebijakan seperti peningkatan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk masyarakat bawah dan perbaikan dana desa dengan strategi pemberian uang harian (cash forward).

"Jadi setidaknya untuk masyarakat pada level 40 persen terbawah mereka mendapatkan 'support" yang cukup konsisten dari pemerintah," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan juga gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk tunjangan kinerja.

"Itu mem-boosting untuk kelompok menengah di Indonesia, dikombinasikan dengan liburan, maka mereka punya waktu untuk belanja," kata Sri Mulyani.[]

MenkeuSri Mulyani

 

 

Baca Juga