Rabu, 24 Oktober 2018 -

 

 

Hasil Rakornas GP Ansor, Capres Harus Miliki Karakter

Nasional  -  Selasa, 07 Agustus 2018, 15:38 WIB
Penulis. Ahmad Fiqi Purba

Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor, Yaqut Choli Qoumas

SOKSINEWS.COM, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor, Yaqut Choli Qoumas mengatakan rapat koordinasi nasional (Rakornas) GP Ansor pada pekan lalu menghasilkan beberapa catatan terkait situasi politik menjelang Pilpres 2019, salah satunya sosok calon presiden harus memiliki karakter.

Yaqut dalam siaran persnya yang diterima, di Jakarta, Selasa (7/8) menyebutkan, peserta rakornas menilai, sosok capres atau pemimpin nasional kedepan mesti memiliki karakter yang kuat dalam mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi.

"Persoalan bangsa saat ini sangat besar. Kita dihadapkan pada kasus korupsi yang masif, radikalisme dan terorisme, ancaman terhadap kebhinekaan, ekonomi, kemiskinan, tenaga kerja, dan lainnya. Oleh karenanya, calon presiden/calon wakil presiden atau pemimpin nasional bangsa ini mendatang harus mampu menjawab semua tantangan tersebut," katanya.

Selain itu, kata dia, calon presiden mendatang sudah semestinya pemimpin yang mampu melahirkan gagasan besar, terutama terkait nasionalisme, bagaimana merekatkan etnisitas dan agama. Termasuk di dalamnya soal ekonomi dan penegakan hukum.

Gus Yaqut, sapaan Yaqut Choli Qoumas mengatakan, GP Ansor menilai tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sampai sekarang masih belum mendekati cita-cita para "founding fathers", terutama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.

"Pemimpin nasional harus dapat memetakan masalah berikut solusinya atau mengeksekusi kebijakan tanpa keraguan demi kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara," tegasnya.

Rakornas GP Ansor menyoroti khusus dinamika yang terjadi dalam kontestasi pemilihan presiden yang menyedot perhatian sangat besar masyarakat, terutama terkait dengan calon presiden.

Mayoritas peserta rakornas berpendapat, kontestasi pilres saat ini hanya memperlihatkan kegaduhan ketimbang melahirkan narasi besar bagaimana mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi yang terjadi belakangan ini.

"Pilpres ini kegaduhannya luar biasa. Ada yang ribut mengusung #GantiPresiden2019, di lain pihak ramai juga #Jokowi2Periode. Tidak substantif. Tidak ada narasi besar yang dibangun dari para calon presiden, calon pemimpin nasional untuk 2019. Saya melihatnya miris," tuturnya.

GP Ansor dalam waktu dekat akan kembali menggelar rakornas setelah para ketua pimpinan wilayah dan Satkorwil se-Indonesia menyerap apa keinginan rakyat sebenarnya atas kepemimpinan nasional.[]

GP AnsorYaqut Choli Qoumus

 

 

Baca Juga